Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kumpulan-soal-uji-kompetensi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kumpulan-soal-uji-kompetensi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kumpulan Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawabannya Chapter 4

Soal Uji Kompetensi Perawat - , Hai teman perawat bagaimana kabar anda? Apakah masih stress dan resah ketika menjawab contoh-contoh soal uji kompetensi? Tentunya tidak bukan alasannya ialah anda sudah sering berlatih menjawab soal-soal menyerupai ini sehingga sudah terbiasa. Pada artikel sebelumnya fahrinheit sudah membuatkan pola soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat chapter 3. Bagi anda yang masih belum mengetahui kumpulan soal-soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat ini sangat banyak lebih dari 100 soal. Agar kalian tidak pusing ketika berlatih maka kami membaginya menjadi 4 chapter. Bagi anda yang ingin melihat contoh-contoh soal sebelumnya sanggup dengan mengklik link di bawah ini :

Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan membuatkan chapter yang terakhir yaitu chapter 4. Untuk soal-soal dari chapter 4 ini sendiri terdiri dari 25 soal. Soal-soal sendiri lebih berfokus kepada keperawatan gawat darurat alasannya ialah perawat diharapkan mempunyai kompetensi dan sanggup berpikir kritis dalam kondisi gawat darurat. Bukan hanya soal-soal saja, sama menyerupai sebelumnya kami juga menyediakan kunci balasan di bawah nantinya supaya memudahkan anda dalam mencocokkan balasan anda apakah sudah sesuai atau belum.

Bagaimana apakah kalian sudah tidak sabar untuk menjawabnya? Namun sebelum mulai menjawab ada baiknya anda membaca petunjuk menjawab soal terlebih dahulu di bawah ini supaya tidak kesulitan dalam menjawab soal nantinya:
Petunjuk
  1. Siapkan alat tulis dan kertas selembar untuk menulis jawaban
  2. Siapkan dan pasang timer dalam waktu 25 menit
  3. Simulasikan menyerupai anda sedang menjawab soal-soal uji kompetensi sebetulnya dan jawab 1 soal dalam 1 menit
  4. Jawaban terdiri dari huruf A, B, C, D dan E
  5. Jika ada balasan pilihan 1, 2, 3, dan 4 maka anda disuruh menentukan dengan balasan : A. 1, 2 dan 3 benar B. 1 dan 3 benar C. 2 dan 4 benar D. 4 benar E. Semua balasan benar / Semua balasan salah.
  6. Pray First !

Nah itulah tadi petunjuk menjawab soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat chapter 4 ini.  Apakah anda sudah siap? Sekarang mari pasang timer atau alarm anda dalam waktu 25 menit dan mulailah menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :

1) Pada sebuah musibah gunung berapi menjadikan 5310 korban jiwa. 2310 korban luka-luka ringan, 1700 korban luka bakar, 1000 korban   kritis dan 300 korban belum ditemukan. Sebagai tenaga kesehatan maka yang ditolong terlebih dahulu adalah...
a. Korban luka ringan
b. Korban kritis
c. Korban luka bakar dan kritis
d. Korban luka bakar
e. Semua balasan benar

2) Setengah jam sehabis makan Ny. Y mengeluh rasa kram di perut, mual muntah dan sakit kepala. Anak Ny. Y meragukan ibunya keracunan makanan, pertolongan pertama yang sanggup dilakukan oleh sang anak adalah...
a. Meninggikan kepala ibunya 30-45 derajat
b. Meminumkan air putih sebanyak-banyaknya
c. Membawa ke kemudahan kesehatan
d. Meminumkan air susu yang dicampur dengan telur mentah
e. Jawaban b dan d benar

3) Dari kasus pada soal nomor 2 di atas dilihat dari gejalanya Ny. Y tergolong dalam keracunan...
a. Ringan
b. Sedang
c. Berat
d. Akut
e. Kronis

4) Klien Tn. A (35 th) masuk UGD dengan keadaan respirasi: 20 x/menit, CRT > 2 detik, nadi 108 x/menit dan tidak sanggup mengikuti perintah. Tn. A tergolong dalam kategori...
a. Tidak gawat, darurat
b. Gawat darurat
c. Meninggal
d. Tidak gawat, tidak darurat
e. Sangat parah

5) Terjadi kecelakaan kemudian lintas sebuah bis masuk jurang sedalam 20 meter di jalan Denganku Jadian Sama Yang Lain. Dalam insiden tersebut terdapat korban sebanyak 21 orang mahasiswa dengan rincian 8 korban luka ringan, 7 korban luka berat dan 6 orang meninggal.
Dari kasus di atas sebagai tenaga keperawatan maka metode triage yang dipakai adalah...
a.   SAVE
b.   START
c.   SICK
d.   SAFE
e.   PAVE

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 6-8
Seorang perjaka yang mengendarai jet ski di maritim mengalami kecelakaan tertabrak karang besar. Pemuda itupun di tolong dan diangkat ke kapal penyelamat oleh beberapa orang tenaga medis pantai dalam keadaan tidak sadarkan diri, terlihat memar di punggung dan dicurigai cedera tulang belakang. Korban dipasang bag mask dengan volume 2 L.

6) Dalam kasus di atas untuk membebaskan jalan nafas korban yaitu dengan tindakan...
a. Head tilt-chin lift
b. Hemlich maneuver
c. Finger sweeping
d. Jaw trust
e. Suction

7) Pemberian bag mask dengan volume 2 L kasus di atas bertujuan supaya memenuhi volume tidal...
a. 600 ml
b. 500 ml
c. 400 ml
d. 300 ml
e. 200 ml

8) Jika dalam kasus di atas terdapat advance airway maka perbandingan pinjaman kompresi dan nafas menjadi...
a. 30 : 2
b. 15 : 2
c. 10 : 2
d. 100 : 2
e. 50 : 2

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 9-11
Klien Tn. X (27 th) dirawat di ruang penyakit dalam laki-laki dilakukan pengkajian dan ditemukan pasien mengeluh pusing, nadi lemah, turgor kulit ± 4 detik, pengecap lunak, urine pekat dan kesadaran apatis.

9) Diagnosa keperawatan yang cocok dari hasil pengkajian perawat di atas adalah...
a. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Nyeri akut
c. Intoleransi aktivitas
d. Resiko infeksi
e. Volume cairan

10) Dilihat dari data pengkajian kasus di atas defisit cairan yang dialami Tn. X diperkirakan sebanyak...
a. 2-3 %
b. 4-5 %
c. 6-8 %
d. 9-10 %
e. > 10 %

11) Dari kasus di atas maka diperkirakan kebutuhan cairan normal per hari untuk Tn. X adalah...
a. 1500cc/24 jam
b. 2200cc/24 jam
c. 2400cc/24 jam
d. 2500cc/24 jam
e. 2600cc/24 jam

12) Pada insiden kecelakaan, petugas emergency tampak menepuk-nepuk pundak sambil memanggil korban. Tindakan perawat tersebut termasuk?
a. Mengkaji respon pasien
b. Mencek kesadaran pasien
c. Menyelamatkan pasien
d. Jawaban a dan b benar
e. Jawaban a, b, dan c benar

13) Tn. M (24 tahun) tiba ke ruang UGD dengan open fraktur femur dan humerus, kesadaran E1V1M1, sianosis, nadi sulit diraba, akral teraba dingin. Dalam kasus ini defisit cairan yang dialami Tn. M adalah...
a. 1 %
b. 3-5 %
c. 6-8 %
d. 7-9 %
e. 10 %

14) Pasien anak dengan umur 1,5 tahun  dengan BB 11 kg dengan riwayat mengalami BAB cair sebanyak lima kali dan muntah 2 kali. Berdasarkan investigasi fisik asumsi defisit cairan 10 % dari berat badan. Termasuk dalam kriteria manakah pasien tersebut?
a. Dehidrasi ringan
b. Dehidrasi sedang
c. Dehidrasi berat
d. Dehidrasi sangat berat
e. Dehidrasi super berat

15) Seorang laki-laki membawa istrinya ke ruang UGD dan menyampaikan istrinya mengalami menstruasi banyak sudah 22 hari. Perawat yang bertugas melaksanakan pengkajian. Dari hasil pengkajian didapatkan data kesadaran Apatis, TD = 90/70, N = 110 x/menit, RR = 19 kali/menit, T = 35,4oC, nadi teraba lemah, pengecap lunak, turgor kulit lebih dari 2 detik, urin sedikit dan pekat. Dari hasil pengkajian sanggup diketahui pasien tersebut telah mengalami?
a. Dehidrasi ringan
b. Dehidrasi sedang
c. Dehidrasi berat
d. Dehidrasi sangat berat
e. Dehidrasi super berat

16) Seorang anak laki-laki mengalami campak disertai demam berumur 13 tahun. Perawat yang bertugas melaksanakan pengkajian. Didapatkan data TD = 100/70, N=105 x/menit, RR=16 kali/menit, T=37,7oC, mukosa bibir kering, turgor kulit kembali dalam 2 detik, urin pekat. Dari hasil pengkajian sanggup diketahui pasien tersebut telah mengalami?
a. Dehidrasi ringan
b. Dehidrasi sedang
c. Dehidrasi berat
d. Dehidrasi sangat berat
e. Dehidrasi super berat

17) Seorang ibu membawa anaknya berusia 19 tahun ke UGD alasannya ialah diare sudah dua hari. Ibu menyampaikan hari ini saja anaknya sudah mengalami BAB cair 5 kali. Hasil pengkajian didapatkan anak tampak lemah, mata cekung, mukosa bibir nampak kering, turgor buruk dan agak rewel. BB : 44 kg. Berapakah kebutuhan cairan anak tersebut?
a. 1980 cc
b. 1880 cc
c. 1970 cc
d. 2450 cc
e. 2400 cc

18) Di sebuah ruangan Unit Gawat Darurat, seorang pasien sudah terpasang infus 20 tetes/menit semenjak 5 jam yang lalu. Pasien ini hendak di antar ke ruangan inap. Saat mengantar, perawat UGD  memberitahukan kepada perawat ruangan perihal sisa waktu untuk mengganti infus selanjutnya. Berdasarkan kasus tersebut, berapa usang lagi kah infus akan diganti?
a. 1 jam
b. 1 jam 10 menit
c. 1 jam 20 menit
d. 1 jam 25 menit
e. 1,5 jam

19) Di sebuah ruangan Unit Gawat Darurat, seorang pasien sudah terpasang infus 18 tetes/menit semenjak 4 jam yang lalu. Pasien ini hendak di antar ke ruangan inap. Saat mengantar, perawat UGD  memberitahukan kepada perawat ruangan perihal sisa waktu untuk mengganti infus selanjutnya. Berdasarkan kasus tersebut, berapa usang lagi kah infus akan diganti?
a. 2 jam
b. 2 jam 10 menit
c. 2 jam 9 menit
d. 2 jam 8 menit
e. 1,5 jam

20) Pasien anak berumur 3 tahun dengan BB 20 kg dengan diagnosa diare. Perkiraan defisit menurut investigasi fisik ketika tiba di RS sekitar 13% dari BB, berapa perhitungan defisit cairan anak tersebut?
a. 1,3 ltr
b. 2,6 ltr
c. 1,53 ltr
d. 2,4 ltr
e. 0,6 ltr

21) Dari kasus soal nomor 20 berapakah pinjaman cairan yang diharapkan anak itu sesegera mungkin?
a. 400 ml RL
b. 2,6 ltr RL
c. 500 ml RL
d. 1 liter RL
e. 800 ml RL

22) Ny. W (30 th) masuk ruang UGD sebuah rumah sakit dengan diagnosa peritonitis. Tanda dan tanda-tanda yang biasa muncul pada peritonitis adalah...
a. Nyeri perut, hematuria, mual muntah
b. Hematuria, demam, syok
c. Mual muntah, distensi abdomen, melena
d. Melena, demam, mual muntah
e. Mual muntah, demam, distensi abdomen

23) Seorang perempuan berumur 30 tahun bersama keluarganya mendatangi Unit Gawat Darurat. Pasien tersebut mengeluh demam dan nyeri tumpul pada bab perut bawah kanan. Saat pengkajian didapatkan suhu tubuh klien 38,5oC dan terdapat nyeri lepas pada seluruh bab perut. Dari kasus tersebut dari tanda-tanda dan investigasi fisik, maka sanggup dipastikan perempuan tersebut mengalami?
a. Apendisitis akut
b. Apendisitis kronik
c. Peritonitis
d. Kolesistitis akut
e. Pankreatitis

24) Di ruang Unit Gawat Darurat terdapat seorang laki-laki dalam keadaan tidak sadar telah mengalami keracunan akhir percobaan bunuh diri. Perawat yang bertugas akan melaksanakan bilas lambung. Perawat memasang gudel dan NGT dengan ukuran yang besar, bilas lambung memakai air sebanyak ±250cc 20 kali dengan posisi pasien miring. Sesaat, perawat Dika yang melihat pribadi menegur perawat . Dari kasus tersebut, apa yang akan dikatakan perawat Dika kepada perawat ?
a. Perawat , maaf, airnya terlalu banyak. Seharusnya hanya 200cc!
b. Perawat , maaf, ukuran NGT nya kurang tepat. Yang kecil saja!
c. Perawat , maaf, bilasnya 15 kali saja ya!
d. Perawat , maaf, posisinya salah. Seharusnya telungkup!
e. Perawat , maaf, lebih baik pakai cairan norit!


25) Pasien tiba ke ruang UGD dalam keadaan tidak sadar dari tanda dan gejala, pasien terlihat menyerupai keracunan, apa tindakan yang pertama harus dikalukan perawat?
a. Memasang gudel dan NGT, bilas dengan air atau cairan norit dan pasien ditelungkupkan
b. Berikan pencahar dan klisma
c. Beri napas buatan tetapi bukan ekspresi ke ekspresi (mouth to mouth)
d. Beri injeksi epineprin takaran 0,3-0,4 mg per IM
e. Beri injeksi furosemid 40 mg perIV

Nah itulah tadi 25 soal yang sudah fahrinheit sajikan dalam kumpulan pola soal uji kompetensi chapter 4 ini. Bagaimana apakah anda sudah menjawab semua soal-soal di atas? Cek lagi lembar balasan anda kalau masih ada balasan yang kosong atau tertinggal. Apabila semua sudah terjawab silahkan beristirahat sejenak. Tentunya anda sanggup menjawab soal-soal tersebut dengan gampang bukan alasannya ialah anda sudah terbiasa berlatih menjawab soal-soal uji kompetensi. Ssekarang mari kita cocokkan balasan anda dengan kunci balasan yang ada di bawah ini:
Kunci Jawaban
  1. A
  2. E
  3. B
  4. B
  5. B
  6. D
  7. A
  8. C
  9. E
  10. C
  11. D
  12. D
  13. E
  14. C
  15. B
  16. A
  17. A
  18. D
  19. C
  20. B
  21. A
  22. E
  23. A
  24. D
  25. A

Bagaimana sehabis mencocokkan balasan kalian dengan kunci balasan di atas? Apakah balasan anda sudah sesuai atau masih ada yang membingungkan anda? Jika ada soal yang masih membingungkan mari buka dan pelajari kembali pelajaran-pelajaran anda di kampus supaya anda lebih gampang mengingatnya lagi kalau bertemu soal-soal menyerupai di atas. Jangan lupa untuk terus berlatih supaya anda terbiasa menjawab soal-soal uji kompetensi. Untuk soal-soal uji kompetensi keperawatan yang lain sanggup anda lihat DISINI. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Kumpulan Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawabannya Chapter 3

Soal Ukom Perawat Gadar - , Bagaimana teman perawat apakah anda sudah sering berlatih menjawab soal-soal uji kompetensi yang fahrinheit sediakan sebelumnya. Jika anda sudah sering berlatih maka tentu anda akan gampang dalam menjawab soal-soal uji kompetensi nantinya. Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas pola soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat chapter 2. Bagi anda yang belum mengetahui, soal-soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat yang fahrinheit bagikan ada lebih dari 100 soal. Oleh alasannya itu biar anda tidak pusing dalam berlatih alasannya harus menjawab 100 soal maka fahrinheit membaginya menjadi 4 chapter. Bagi anda yang ingin melihat chapter lainnya sanggup mengklik tombol di bawah ini:

Bagaimana teman perawat apakah anda sudah sering berlatih menjawab soal Kumpulan Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawabannya Chapter 3
Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan membagikan soal-soal uji kompetensi chapter 3. Untuk chapter 3 ini sendiri kami sediakan sebanyak 21 soal. Mungkin memang lebih sedikit dari chapter sebelumnya namun jangan salah alasannya soal-soal pada chapter 3 ini sendiri dibentuk sedikit lebih rumit. Namun kalau anda sanggup berpikir kritis maka anda tentu sanggup menjawabnya.

Apakah anda sudah tidak sabar untuk menjawab soal-soal di chapter 3 ini? Sama menyerupai sebelumnya biar anda lebih memahami dalam menjawab nantinya maka ada baiknya anda membaca petunjuk membaca soal yang ada di bawah ini:
Petunjuk
  1. Siapkan alat tulis dan kertas selembar untuk menulis jawaban
  2. Siapkan dan pasang timer dalam waktu 21 menit
  3. Simulasikan menyerupai anda sedang menjawab soal-soal uji kompetensi bergotong-royong dan jawab 1 soal dalam 1 menit
  4. Jawaban terdiri dari karakter A, B, C, D dan E
  5. Jika ada jawaban pilihan 1, 2, 3, dan 4 maka anda disuruh menentukan dengan jawaban : A. 1, 2 dan 3 benar B. 1 dan 3 benar C. 2 dan 4 benar D. 4 benar E. Semua jawaban benar / Semua jawaban salah.
  6. Pray First !

Nah itulah tadi petunjuk menjawab soal untuk soal-soal uji kompetensi di chapter 3 ini. Bagaimana apakah anda sudah siap? Jika anda sudah siap kini pasang timer atau alarm anda selama 21 menit dan mulailah menjawab soal-soal di bawah ini. Good Luck!

1) Pasien wanita umur 45 tahun dengan riwayat Chronic Obstruktive Pulmonary Disease  (COPD) dijadwalkan pagi ini untuk tindakan histrectomy dengan general anestesi. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan ialah resiko tidak efektifnya pola nafas. Manakah tujuan jangka pendek yang paling sempurna untuk diagnosa tersebut?
a. Pasien bernafas tidak lebih dari 16 kali/ menit
b. Analisa gas darah pasien (AGD ) menawarkan hasil yang normal
c. Pernafasan pasien kembali  24 kali/ menit
d. Pasien akan sanggup melaksanakan kegiatan sehari – harinya sendiri
e. Mencegah eksaserbasi  COPD di rumah

2) Perawat melaksanakan perawatan pada pasien pria umur 40 tahun dengan kanker paru, telah  di lakukan pemasangan water seal drainage/chest tube. Hasil investigasi fisik di dapatkan tidak adanya udara (bubling) dan tidak ada penambahan cairan pada water seal Chambers sedangkan tidaling terlihat pada dikala ventilasi. Apakah  penyebab udara (bubling) yang terdapat pada water seal Chambers berhenti?
a. Sirkuit water seal drainage  mengalami kebocoran
b. Paru-paru mengalami kolaps
c. Suction diset terlalu tinggi
d. Paru-paru kembali mengembang
e. Paru mengalami edema

3) Pasien pria umur 54 tahun dengan cedera kepala di rawat di intensive care unit. Hasil investigasi fisik didapatkan hipercapnia dan mengalami penurunan kesadaran. Anda menduga bahwa pasien mengalami acute respirator failure. Manakah  hasil analisa gadar darah yang sanggup mengkonfirmasi diagnosis tersebut?
a. PaO2  90 mmHg. PaCo2 38 mmHg
b. PaO2  47 mmHg, PaCo2 56 mmHg
c. HCO3  19 Meq/L, PH 7,47
d. HCO3  35 Meq/L, PH 7,50

4) Tn. A Kesadaran : Saporocoma, Keadaan umum : sakit berat, WSD terpasang : undulasi dan bubling  (+), slym (-), NGT (+), kateter urin (+), urine warna kuning pekat. Klien memakai otot bantu nafas dan pengembangan dada tidak simetris, Klien terpasang ventilator dengan mode SIMV, RR = 30x/menit, PEEP = + 5 cm H2O, FiO2 = 40%, Respiratory rate : 10 x/mnt, Vt : 400 cc. Respirasi : vesicular, Rh +/+. Wh -/-.Hasil AGD  pH  = 7.31; PaCO2 = 48;  PaO2 = 80; HCO3 = 24; SatO2 = 88%. Masalah keperawatan utama pada Tn. A adalah...
a. Gangguan pola napas
b. Resiko  gangguan pertukaran gas
c. Bersihan jalan napas tidak efektif
d. Gangguan curah jantung
e. Gangguan perfusi serebral

5) Tn. Kesadaran : saporokoma dengan GCS E1M3V ETT, Keadaan umum : sakit berat, slym (+), NGT (+), kateter urin (+), urine warna kuning pekat. terpasang ventilator dengan mode PC 8, RR = 14 x/menit, PEEP = + 5 cm H2O, FiO2 = 40%, , Vt : 400 cc. Respirasi : vesicular, Rh +/+. Wh -/-. Pada akral dingin. TTV  TD : 120/ 80  N : 110 x/mnt . TTV TD : 120/80 mmHg N : 68 x/mnt S : 37 C. Tiba-tiba ventilator berbunyi dan ketika diperiksa ada penumpukan sekret pada ETT. Masalah keperawatan utama pada perkara di atas adalah...
a. Gangguan pola napas
b. Resiko  gangguan pertukaran gas
c. Bersihan jalan napas tidak efektif
d. Gangguan curah jantung
e. Gangguan perfusi serebral

6) Tn. Z, umur 38 tahun dengan penyakit paru kronik. Klien sesak dengan RR 36 kali permenit. Hasil analisa gas darah (AGD) menawarkan pH = 7,33, PaO2 = 50 mmHg, PaCO2 = 40 mmHg. Jenis gagal napas yang terjadi pada Tn. Z adalah...
a. Gagal napas hiperkapnia
b. Gagal napas hipokapnia
c. Gagal napas hipoksemia
d. Gagal napas hiperoksemia
e. Gagal napas asidosis

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 7-10
Tanggal : 1 Agustus 2018
Inisial klien : Tn R, 55 tahun
Keluhan Utama SMRS (sebelum masuk rumah sakit): kejang-kejang.
Riwayat Sebelum MRS: Pasien kejang-kejang 4 jam smrs. 10 menit kejang tonik berulang ± 6x/ Busa(-). 1 hr smrs pasien mulai bicara tidak nyambung. Muntah (+), mual (+), demam (+). 8 bulan smrs pasien didiagnosa gagal ginjal disarankan untuk hemodialisa namun belum dilaksanakan alasannya problem dana.
RPD (riwayat penyakit dahulu) : Sebelumnya pernah kejang, riwayat hipertensi semenjak 3 bulan yang lalu.
Pengkajian
Primary Survey
A  : Jalan nafas bebas, tidak ada obstruksi / sumbatan. Terpasang gudel.
B  : RR = 30 x/menit
C  : TD = 180/100 mmHg, N = 80x/menit
D  : Kesadaran apatis
Data laboratorium
DPL jam 22.59.44 = Hb 5,2 ; Leukosit 16.400 ; Trombosit 150.000 ; Ureum 233 ; Creatinin 26,5 ; Albumin 3 ; GDS 201 ; Na 96 ; K 3,4.
Secondary Survey (Pemeriksaan fisik) :
Mata : Konjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -
Ekstremitas : Akral kaki dingin, motorik lemah, edema -/-
Jantung : BJ I – II normal, mur-mur -, gallop -
Paru : Vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/-
Abdomen : Datar, lemas, BU +, Hepar tidak teraba, ballotemen -/-

7) Sesuai data perkara di atas, fungsi hemodialisa pada Tn. R adalah...
1. Mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme
2. Mengeluarkan kelebihan air
3. Membantu menjaga keseimbangan zat-zat kimia badan
4. Menurunkan tekanan darah

8) Jika pada Tn. R dilakukan hemodialisa, komponen yang berfungsi sebagai ginjal Tn R adalah...
a. Dialisat
b. Dializer
c. Mesin dialisis
d. Bexter
e. Tabung heparin

9) Pada tatalaksana fase akut, obat pertama yang harus diberikan pada Tn. R untuk mengatasi kejangnya adalah....
a. Fenitoin
b. Fenobarbital
c. Diazepam
d. Dexametason
e. Cefoprazen

10) Berdasarkan perkara di atas, problem keperawatan utama pada Tn. R adalah...
a. Gangguan perfusi serebral
b. Resiko cedera
c. Gangguan pola napas
d. Gangguan volume cairan
e. Intoleransi aktivitas

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 11-13
Nama : Tn. H                        
Usia : 23 tahun      
Jenis kelamin : Laki-laki                   
Status perkawinan : Belum menikah        
Klien Tn. H, 23 tahun masuk ICU semenjak tanggal 06 Juli 2018 dengan diagnosa medis post op craniotomy hr ke 15 e.c contusio serebri
Riwayat Penyakit Dahulu : Klien ditabrak motor ketika sedang menyebrang, sesudah goresan klien masih sadar, kemudian dikala di bawa ke RS klien tidak sadar, muntah +, kejang +, perdarahan (+) febris +. Di RS dilakukan craniotomy untuk penilaian hematom.
Riwayat Penyakit Saat Ini: Kesadaran : soporakoma, Keadaan umum : sakit berat, RR terpasang ventilator dengan mode PC = 15, RR = 10x/menit, PEEP = + 5 cm H2O, FiO2 = 35%, CVP +, trcheostomy +, sputum + >>, NGT +, kateterurin +.
Terapi : 
- IVFD NaCl 0,9% : 42 tetes/menit,
- Aminosteril 5% 500ml,
- Enteral / NGT : MC 6 x 300c
- Injeksi Ceftazidin 2 x 1, Ranitidin 2 x 1 

11) Pada dikala dilakukan suctioning, perawat harus hati-hati, alasannya tindakan ini sanggup menyebabkan komplikasi pada Tn. H seperti...
1. Hipoksia
2. Trauma nasal
3. Respiratory arrest
4. Cardiac dysrhythmias

12) Berdasarkan perkara di atas, problem keperawatan utama pada Tn. H adalah...
a. Gangguan perfusi serebral
b. Bersihan napas tidak efektif
c. Gangguan pola napas
d. Gangguan perfusi jaringan
e. Intoleransi aktivitas

13) Ny A, 37 tahun tiba ke ruang UGD dengan penurunan kesadaran, riwayat terjebak dalam ruangan tertutup, sputum tercampur arang, terdapat luka bakar di sekitar hidung, bibir dan mulut. Napas 26 kali permenit. Dari perkara di atas kita curiga Ny. A mengalami...
a. Sumbatan jalan napas
b. Cedera inhalasi
c. Luka bakar kimia
d. Luka bakar listrik
e. Defisit cairan

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 14-15
Seorang pasien Ny. Y (34 tahun) tiba ke UGD dengan keadaan tidak sadar. Pada investigasi fisik perawat menemukan kondisi pasien dengan keadaan TD : 85/60 mmHg, nadi 62 x/m, pola respirasi kussmaul dengan frekuensi 27 x/m dan pada ekstremitas terlihat adanya sianosis.

14) Pasien dengan kondisi tersebut merupakan indikasi...
1. Pemberian ventilator
2. Pemberian RJP
3. Pemberian DC shock
4. Pemberian terapi oksigen

15) Dari pengkajian di atas, perawat menemukan tanda-tanda...
1. Koma
2. Hipoksia
3. Cluster
4. Hipoksemia

16) Seorang pasien tiba ke RS, perawat di RS menyatakan diagnosa keperawatan yang akan ditegakkan ialah ketidakefektifan pola nafas bekerjasama dengan kelelahan otot pernapasan, implementasi yang akan dilakukan perawat adalah...
1) Memposisikan klien dengan posisi semifowler
2) Mempertahankan teknik perawatan yang aseptic
3) Memberikan terapi Oksigenasi dengan memakai masker
4) Melakukan clapping untuk memudahkan keluarnya sputum
 
17) Saat dilakukan investigasi pasien terlihat tidur namun membuka mata dikala diberi rangsangan dengan bunyi keras, melaksanakan gerak menarik dari sumber rangsang, dan suaranya tidak mengandung arti. Penulisan GCS yang benar dari data diatas adalah...
A. E2M2V2
B. E3M2V2
C. E3M4V3
D. E3M3V3
E. E2M4V3

18) Tn.Y dirawat di ICU, dengan GCS E1-V1-M1, respirasi 46 x/m. Hasil analisa gas darah dengan O2 masker PaO2 hanya 60 mmHg, PaCO2 sebesar 80 mmHg. Apa tindakan yang sempurna untuk menangani pasien dengan kondisi di atas?
a. Pemberian ventilator
b. Pemberian RJP
c. Pemberian DC shock
d. Pemberian terapi oksigen
e. Resusitasi cairan

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 19-21
Terjadi sebuah kecelakaan beruntun di jalan A. Yani km 4 dengan korban 4 orang. Tn. X (33 th) mengalami fraktur humerus dekstra dan terlihat menonjol serta perdarahan dibagian paha kanan namun masih sadar, An. Y (5 th) mengalami  benturan kepala dan tidak sadar, Ny. W (31 th) tidak terlihat adanya perdarahan ataupun trauma namun tidak sadarkan diri , Tn. Z (40 th) terlihat hanya kaki terkilir.

19) Berdasarkan perkara di atas urutan penderita yang digolongkan emergent yaitu...
a. Tn. X dan Tn. Z
b. Tn. X dan Ny. W
c. Tn. Z dan An. Y
d. An. Y dan Ny. W
e. Ny. W dan Tn. Z

20) Dari perkara di atas prioritas penderita yang harus ditolong lebih dulu adalah...
a. Tn. X
b. An. Y
c. Tn. Z
d. Ny. W
e. Semua jawaban benar

21) Tn. X kalau diberi label warna triage, maka akan mendapat label...
a. Kuning
b. Hitam
c. Hijau
d. Putih
e. Merah

Nah itulah tadi soal-soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat di chapter 3 ini. Bagaimana apakah anda sudah tanggapan menjawab semua soal-soal di atas? Periksa kembali lembar jawaban anda kalau memang masih ada jawaban yang kosong. Jika sudah terjawab semua kini mari kita cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban yang fahrinheit sediakan di bawah ini:
Kunci Jawaban
  1. A
  2. E
  3. B
  4. A
  5. C
  6. A
  7. E
  8. B
  9. A
  10. A
  11. A
  12. A
  13. B
  14. D
  15. C
  16. B
  17. C
  18. A
  19. D
  20. B
  21. A

Bagaimana sesudah anda mencocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban di atas? Apakah masih banyak jawaban anda yang belum sesuai atau hampir sanggup menjawab semua dengan tepat? Jika masih banyak jawaban anda yang belum sesuai maka pelajarilah kembali materi-materi keperawatan yang sudah diajarkan di kampus. Jika ada yang belum paham maka sanggup anda tanyakan dengan fahrinheit melalui kolom komentar. Teruslah berlatih menjawab soal-soal menyerupai ini biar anda terbiasa nantinya menjawab soal uji kompetensi. Soal-soal lain yang sanggup anda latih sendiri sanggup dilihat DISINI. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Kumpulan Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawabannya Chapter 2

Soal Uji Kompetensi Keperawatan - , Hai sobat perawat, pada artikel sebelumnya fahrinheit sudah menyebarkan mengenai kumpulan pola soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat chapter 1. Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan menyebarkan kembali mengenai pola soal uji kompetensi untuk chapter 2. Bagi kalian yang masih belum mengetahui, soal uji kompetensi keperawatn gawat darurat ini lebih dari 100 soal. Tentunya supaya kalian tidak pusing dalam berlatih maka fahrinheit membaginya menjadi 4 chapter. Bagi kalian yang ingin melihat contoh-contoh soal chapter lainnya bisa dilihat dengan mengklik tombol di bawah ini :

 pada artikel sebelumnya fahrinheit sudah menyebarkan mengenai kumpulan pola soal uji kompet Kumpulan Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawabannya Chapter 2
Untuk soal-soal di chapter 2 ini sendiri kami sediakan sebanyak 33 soal. Soal-soal terdiri dari banyak sekali macam bahan keperawatan gawat darurat menyerupai soal rjp, triage, rehidrasi, chocking dan lain-lainnya. Apabila anda sudah terbiasa menjawab soal-soal sejenis uji kompetensi ini tentunya anda akan sangat gampang dalam menajwabnya nanti. Selain itu fahrinheit juga menyediakan kunci balasan di bawah soal nantinya untuk mengevaluasi apakah balasan anda sudah sesuai atau belum.

Bagaimana apakah anda sudah siap berlati menjawab soal-soal uji kompetensi ini. Tentunya sebelum anda menjawab, menyerupai biasanya lebih baik anda membaca petunjuk menjawab soal terlebih dahulu berikut ini:
Petunjuk
  1. Siapkan alat tulis dan kertas selembar untuk menulis jawaban
  2. Siapkan dan pasang timer dalam waktu 33 menit
  3. Simulasikan menyerupai anda sedang menjawab soal-soal uji kompetensi sebetulnya dan jawab 1 soal dalam 1 menit
  4. Jawaban terdiri dari huruf A, B, C, D dan E
  5. Jika ada balasan pilihan 1, 2, 3, dan 4 maka anda disuruh menentukan dengan balasan : A. 1, 2 dan 3 benar B. 1 dan 3 benar C. 2 dan 4 benar D. 4 benar E. Semua balasan benar / Semua balasan salah.
  6. Pray First !

Nah itulah tadi petunjuk menjawab soalnya. Bagaimana apakah anda sudah menyiapkan alat-alat di atas? Jika anda sudah siap kini mari pasang timer atau alarm anda 33 menit dan mulailah berlatih menjawab soal-soal di bawah ini. Tentunya tanpa melihat kunci balasan terlebih dahulu ya. Good luck!

1) Di suatu ruang Unit Gawat Darurat, tiba dua pasien akhir kecelakaan kemudian lintas. Ny. A: berteriak-teriak, perdarahan di kaki kanannya. Tn. B : hanya diam, perdarahan dari kepala. Tidak usang kemudian tiba Tn.C mengeluh nyeri dada semenjak 2 jam yang lalu. Ny. D mengeluh sesak berat dan terlihat gelisah. Tidak usang kemudian tiba An. E berumur 9 bulan dengan keluhan diare dan terlihat ubun-ubun sedikit cekung dan ketika dilakukan tes turgor kembali dalam 2 detik. Sebagai perawat, dari kelima pasien tersebut, prioritas manakah yang harus ditolong lebih dahulu?
a. Ny.A
b. Tn.B
c. Tn.C
d. Ny.D
e. An.E

2) Di suatu ruang UGD rumah sakit, terdapat pasien Tn.B umur 34 tahun mengalami penurunan kesadaran. Tn.B membuka mata sehabis diberi perintah membuka mata. Saat ditanyakan tempat Tn.B kini berada Tn.B tampak bingung. Saat diberi cubitan pada lengan tangan dekstra, Tn.B menarik tangannya menjauhi cubitan. Perawat menilai GCS Tn.B E3V4M4 (somnolent). Berdasarkan kasus diatas, bagaimanakah core competency yang dimiliki perawat tersebut?
a. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal komunikasi
b. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal terampil dalam penilaian klien
c. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal prioritas pengaturan dan berpikir kritis
d. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal pengetahuan perawatan darurat dan keterampilan klinis
e. Perawat tersebut tidak mempunyai core competency dalam hal apapun

3) Di suatu ruang UGD, terdapat pasien An.K umur 8 tahun yang mengalami perdarahan pada bab leher yaitu vena jugularis. Perawat yang bertugas pada pasien tersebut tampak melaksanakan pementingan keras pada vena jugularis. Berdasarkan kasus diatas, bagaimanakah core competency yang dimiliki perawat tersebut?
a. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal terampil dalam penilaian klien
b. Perawat tersebut tidak mempunyai core competency dalam hal prioritas pengaturan dan berpikir kritis
c. Perawat tersebut tidak mempunyai core competency dalam hal pengetahuan perawatan darurat dan keterampilan klinis serta hal prioritas pengaturan dan berpikir kritis
d. Perawat tersebut tidak mempunyai core competency dalam hal pengetahuan perawatan darurat dan keterampilan klinis
e. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal komunikasi

4) Di suatu ruang UGD Puskesmas Lepasan, terdapat pasien Tn.R umur 78 tahun dengan diagnosa gastritis. Saat pengkajian pasien dalam keadaan sadar, namun alasannya Tn.R sudah berumur tua, Tn.R kurang mendengar. Perawat yang bertugas pada pasien tersebut berinisiatif untuk memakai stetoskop pada indera pendengaran Tn.R sehingga perawat dan  Tn.R tersebut sanggup berkomunikasi dengan baik. Berdasarkan kasus diatas, bagaimanakah core competency yang dimiliki perawat tersebut?
a. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal komunikasi
b. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal terampil dalam penilaian klien
c. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal prioritas pengaturan dan berpikir kritis
d. Perawat tersebut telah mempunyai core competency dalam hal pengetahuan perawatan darurat dan keterampilan klinis
e. Perawat tersebut tidak mempunyai core competency dalam hal apapun

5) Terdapat kecelakaan bus di sebuah daerah. Tim emergency yang telah berada ditempat melaksanakan triage pada korban kecelakaan tersebut. Pada salah satu korban yang ditangani terdapat korban henti nafas, sehabis dilakukan pengkajian dini dan tindakan chen lift korban masih tidak bernafas, kemudian dilakukan pembukaan jalan nafas, korban masih tidak bernafas. Berdasarkan kasus terseut, warna label apakah yang diberikan pada korban tersebut?
a. Putih
b. Hijau
c. Kuning
d. Merah
e. Hitam

6) Pada ketika melaksanakan pengkajian sirkulasi, perawat hendak melaksanakan pengkajian capillary refill namun ditemukan cat kuku pada korban. Maka apa yang selanjutnya dilakukan oleh perawat?
a. Menghilangkannya dengan alkohol
b. Mengganti pengkajian capillary refill dengan melaksanakan investigasi nadi radialis
c. Tetap melaksanakan pengkajian capillary refill  namun memakai perkiraan
d. Mengganti pengkajian capillary efill dengan melaksanakan investigasi denyut vena jugularis
e. Melewati pengkajian sirkulasi dan melanjutkan pada tahap berikutnya


7) Salah satu kriteria penting untuk mendapat kompresi yang berkualitas pada resusitasi jantung paru ialah frekuensi kompres yang dilakukan setidaknya sebanyak...
a. 100 kali /menit
b. 30 kali/menit
c. 90 kali/menit
d. 100 kali/30 detik
e. 90 kali /30 detik

8) Kapan langkah CPR/RJP ABC masih di perboleh kan ?
a. Pada ketika karam dan henti nafas
b. Pada ketika tersedak
c. Pada klien patah tulang
d. Pada ketika tidur
e. Pada pasien kecelakaan kemudian lintas

9) An. F (3thn) di bawa oleh keluarga ke UGD, dengan riwayat kejang di rumah. Pada ketika di lakukan investigasi An. F mengalami Apnea (henti nafas). Apakah tindakan keperawatan yang sempurna diberikan pada An. F?
a. Resusitasi jantung dan paru (RJP)
b. Mempertahankan jalan nafas
c. Memberikan nafas buatan
d. Memasang infuse
e. Memberikan label triage hitam

10) Ny. X berumur 30 tahun dengan hipoglikemi, masuk ke ruang UGD dalam kondisi penurunan kesadaran. Klien membuka mata dengan cubitan di kelopak mata, dan bisa menepis cubitan tersebut dengan tangan kanannya dan ketika diajak bicara hanya erangan kesakitan yang keluar dari verbal klien. Berapakah skor GCS yang sempurna pada pasien tersebut ?
a. E2V4M5
b. E2V3M4
c. E2V3M5
d. E3V2M5
e. E2V2M5

11) Jenis cairan parenteral yang dipakai dalam melaksanakan resusitasi cairan ialah ?
a. Kristaloid
b. Koloid
c. Darah
d. Cairan gula dan garam
e. Dextrose 10%

12) Tn.B usia 30 tahun tiba di UGD dengan luka gigitan ular. KU lemah, keringat dingin, hipersalivasi, muntah, tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 100 x/menit, bekas luka halus dan bentuk melengkung, sekitar luka melepuh, udema, nyeri, warna kehitaman. Apakah tindakan keperawatan pertama kali yang sempurna untuk dilakukan ?
a. Kumbah lambung
b. Bersihkan jalan nafas dari kotoran
c. Lakukan chocking
d. Berikan cairan
e. Melakukan RJP

13) Tn. D 25 tahun masuk ke UGD dengan Close Fraktur Femur Dekstra Sinistra, klien meringis dan berteriak kesakitan, TD 130/90, N 100 x/menit, kaki kanan dan kiri lebam, nyeri. Tn. D termasuk dalam triage kategori ?
a. Emergent
b. Nonurget
c. Penderita yang sudah meninggal
d. Urgent
e. Unstable

14) An. 18 tahun masuk ke UGD dengan perdarahan di kepala dan perut akhir tauran. An. mengalami penurunan kesadaran, tekanan nadi lemah, TD 90/80. An. hanya mengeluarkan bunyi menggumam ketika di panggil tanpa membuka mata. An. termasuk dalam triage kategori ?
a. Emergent
b. Nonurget
c. Penderita yang sudah meninggal
d. Urgent
e. Unstable

15) Tn. C 34 tahun masuk UGD dengan penurunan kesadaran. Pada investigasi fisik terlihat keadaan pasien TD 80/60 mmHg, nadi : 60x/menit, RR 26 x/menit dan pada ekstremitas terlihat sianosis. Dari investigasi di atas, perawat menemukan tanda-tanda...
a. Hipoglikemi
b. Hiperglikemi
c. Hipoksia
d. Ansietas
e. Apnea

16) An. B 17 tahun masuk UGD dengan riwayat luka bakar, BB pasien 60 Kg, luas luka bakar 40 %, maka kebutuhan cairan  pasien  menurut rumus Baxter pada 8 Jam pertama  adalah?
a. 4000 ml
b. 4800ml
c. 2400 ml
d. 2000 ml
e. 4500 ml

17)  Indikasi pemberian resusitasi cairan ialah pada pasien dengan...
a. Syok kardiogenik
b. Syok neurologi
c. Syok hipovolemik
d. Syok sepsis
e. Syok anafilaktk

18) Untuk memastikan bahwa jalan nafas tidak terganggu. Tindakan yang dilakukan perawat ialah ?
a. Look
b. Listen
c. Feel
d. a, b dan c benar
e. a dan b benar

19) Pengkajian primer yang harus dilakukan dalam triage adalah...
a. Keluhan utama
b. Jalan nafas yang baik
c. Pulsasi nadi
d. Jawaban a, b dan c benar
e. Jawaban a, b dan c salah

20) Tujuan utama melaksanakan RJP adalah
a. Memberikan oksigen pada otak, pada organ vital lain, pada jantung, hingga datangnya pada suatu pengobatan medic yang tepat
b. Memberikan ventilasi pada pasien apnea
c. Mencegah maut sedini mungkin pada keadaan gawat darurat
d. Jawaban a, b dan c benar
e. Jawaban a, b dan c salah

21) Yang dimaksudkan dengan breathing kepada pertolongan pasien tindakan kegawat daruratan adalah...
a. Memberikan dukungan nafas
b. Memberikan jalan nafas
c. Memasang masker oksigen
d. Memasang endotrakheal tube
e. Memasang kanul oksigen

22) Salah satu indikator keberhasilan resusitasi cairan pada pasien syok ialah jumlah urine sama dengan...
a. 5000cc/24jam
b. 1000cc/24jam
c. 0,5-1cc/24jam
d. 1-3 cc/KgBB/jam
e. 10-15cc/KgBB/jam

23) Tn.A 60 tahun tiba ke ruang UGD dengan keluhan sesak nafas yang ahli disertai keringat dingin, TD : 180/90, nadi 110 x/menit, RR : 40 x/menit. Suara ronchi positif. tindakan yang dilakukan pertama kali oleh perawat secara berdikari adala...
a. Mengatur posisi semi fowler/fowler
b. Memberi posisi trendelenburg
c. Beri posisi tidur datar
d. Beri posisi sim
e. Melatih nafas dalam

24) Jika seorang pasien dengan verbal yang mengalami luka yang berat maka dukungan pernafasan yang diberikan melalui...
a. Mulut ke mulut
b. Mulut ke hidung
c. Bagging
d. RJP
e. Ventilator

25) Suatu cara untuk memilah dan menentukan korban dengan menunjukkan label warna menurut kebutuhan terapi dan sumber daya yang tersedia adalah...
a. Triage
b. Triangle
c. Survey primer
d. Survey sekunder
e. Disaster Victim Investigation

26) Indikasi RJP tidak sanggup dilakukan apabila...
a. Membahayakan penolong
b. Kecelakaan
c. Syok
d. Adanya multi trauma
e. Fraktur terbuka

27) Yang perlu diperhatikan pada ketika mengenali situasi tempat kejadian kegawatdaruratan adalah...
a. Apakah pasien henti nafas atau tidak
b. Apakah pasien henti jantung atau tidak
c. Apakah pasien di tempat berbahaya atau tidak
d. Apakah pasien stress berat atau tidak
e. Apakah pasien masih sanggup bangun atau tidak

28) Seorang pria umur 37 tahun, masuk di UGD dengan riwayat kecelakaan tunggal. Terdapat bekas darah di verbal dan hidung klien, terdengar bunyi ronchi ketika bernafas, terdapat periorbital echimosis dan battle sign. Tanda tanda vital, TD 90/60 mmHg Nadi 115 kali permenit (regular dan lemah) RR 32 kali permenit (irregular). Apakah duduk kasus keperawatan yang utama pada klien tersebut?
a. Pola nafas tidak  efektif
b. Kekurangan volume cairan
c. Risiko kekurangan volume cairan
d. Bersihan jalan nafas tidak efektif
e. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak

29) Seorang  pria berusia 30 tahun, dirawat di UGD dengan riwayat jatuh dari sepeda motor tanpa mengenakan helm. Keluar darah dari hidung dan telinga, lebam-lebam  disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga, suhu badan 38,8 ° C, pola pernafasan cheyne-stokes, terjadi penurunan kesadaran. Manakah dari gejala berikut yang mengindikasikan terjadinya fraktur basis cranial?
a. Keluar darah dari hidung dan telinga, pola pernafasan cheyne-stoke, penurunan kesadaran
b. Lebam-lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga, peningkatan suhu tubuh
c. Kenaikan suhu tubuh, pola pernafasan cheyne-stokes, penurunan kesadaran
d. Keluar darah dari hidung dan telinga, lebam-lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga
e. Lebam-lebam disekitar kelopak mata, peningkatan suhu tubuh, pola pernafasan cheyne-stokes, penurunan kesadaran

30) Seorang  pria dengan umur 37 tahun dibawa ke UGD dengan riwayat kurang lebih 20 menit yang kemudian digigit ular. Terlihat bekas taring di luka gigitan, luka terlihat nanah dan warna kulit berkembang menjadi kebiruan. Apakah tindakan pertama dan utama yang paling sempurna anda lakukan?
a. Segera lakukan injeksi Serum Anti Bisa Ular
b. Insisi bekas gigitan dan hisap bisa yang tertinggal
c. Ikat berpengaruh dengan tourniquet kawasan diatas luka dan insisi bekas luka serta hisap bisa yang tertinggal
d. Fiksasi dengan tensocrepe kawasan gigitan dari distal ke proksimal disertai dengan tindakan immobilisasi dan insisi bekas gigitan dan segera hisap bisa yang tertinggal
e. Fiksasi dengan tensocrepe kawasan gigitan dari distal ke proksimal disertai dengan tindakan immobilisasi dan segera lakukan injeksi SABU (Serum Anti Bisa Ular)

31) Seorang wanita berusia 60 tahun dirawat di Rumah sakit dengan keluhan sesak nafas, batuk disertai batuk produktif bercampur darah merah muda. Klien mengeluh sering merasa berdebar-debar dan sulit tidur serta kencing sedikit. Hasil investigasi fisik, tidak terjadi pitting edema, TD 180/100 mmHg, HR 120 kali permenit, Nadi 32 kali permenit, BJ I meningkat, BJ II normal dan irama gallop positif. Manakah dari data-data berikut ini yang mendukung penegakan diagnosis klien tersebut?
a. Pasien menyampaikan sudah 15 tahun menderita hipertensi
b. Pasien menyampaikan pernah menderita penyakit TBC
c. Pasien menyampaikan tidak tahu perihal penyakitnya
d. Pasien menyampaikan pernah operasi watu ginjal
e. Pasien menyampaikan pernah menderita asma

32) Seorang wanita umur 44 tahun dilakukan pemasangan Naso Gatric Tube ( NGT ) dengan indikasi pasien mengalami penurunan kesadaran. Klien ketika ini di rawat di ruang ICU RSU. Langkah pertama perawat mengkaji lubang hidung untuk insersi masuk selang NGT, mengukur panjang selang NGT yang akan dimasukkan kemudian diberi tanda ,selanjutnya perawat  melumasi selang NGT dengan Silokain Jelly, selang dimasukkan ke kerongkongan hingga gaster. Apakah tindakan  selanjutnya yang dilakukan oleh perawat ?
a. Mengetes apakah selang sudah masuk ke gaster dengan mendengarkan udara dengan stetoskop di epigastrik
b. Mengeklem selang NGT untuk dilakukan persiapan pengetesan apakah selang sudah masuk ke gaster
c. Mengaspirasi cairan lambung sehabis selang masuk sesuai garis yang telah diberi tanda sebelumnya
d. Memfixasi selang NGT yang sudah terpasang dengan memakai plester
e. Melepas sarung tangan sehabis tindakan selesai

33) Seorang perempuan  umur 56 tahun, masuk melalui ruang UGD dengan keluhan batuk-batuk berdahak sudah 3 ahad ini. Batuk klien disertai sesak nafas. Hasil observasi terdapat tarikan dinding dada. Hasil investigasi gejala vital didapatkan TD 120/80 mmHg, suhu 38,5 ° C, nadi 88 x/menit, nafas 34 x/menit. Apakah tindakan implementasi yang sempurna untuk kasus diatas ?
a. Kolaborasi dalam pemberian obat
b. Berikan oksigen 2 liter/menit
c. Ajarkan klien batuk efektif
d. Kaji kedalaman pernafasan pasien
e. Monitor gejala vital

Nah itulah tadi 33 pola soal uji kompetensi yang sudah fahrinheit sediakan. Bagaimana apakah anda sudah tamat menjawabnya? Cek kembali balasan anda apakah masih ada yang kosong atau sudah terjawab semua. Jika sudah silahkan beristirahat sebentar kemudian cocokkan balasan anda dengan kunci balasan yang ada di bawah ini:
Kunci Jawaban
  1. B
  2. B
  3. C
  4. A
  5. E
  6. B
  7. A
  8. A
  9. A
  10. B
  11. B
  12. B
  13. D
  14. A
  15. C
  16. B
  17. C
  18. D
  19. B
  20. D
  21. A
  22. D
  23. A
  24. B
  25. A
  26. A
  27. C
  28. D
  29. D
  30. E
  31. A
  32. A
  33. C

Nah itulah tadi pola soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat chapter 2. Bagaimana sehabis anda mencocokkan balasan anda dengan kunci balasan di atas? Apakah balasan anda sudah sesuai atau masih banyak balasan anda yang salah? Silahkan berlatih terus menerus menjawab soal uji kompetensi supaya anda terbiasa. Contoh soal-soal lain bisa anda lihat DISINI. Jika ada yang tidak paham atau ada yang bisa kami bantu bisa menghubungi admin fahrinheit melalui kolom komentar atau kontak admin. Demikian artikel kali ini, nantikan terus soal-soal lainnya. Semoga bermanfaat bagi teman-teman sejawat semua.

Kumpulan Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawabannya Chapter 1

Soal Uji Kompetensi Gawat Darurat - , Hai teman perawat, pada artikel sebelumnya kita sudah banyak membahas mengenai contoh-contoh soal uji kompetensi. Kali ini fahrinheit kembali lagi tentunya dengan segudang kumpulan soal-soal uji kompetensi yang pastinya akan membuatmu pusing tujuh keliling. Tenang, bagi anda yang sudah terbiasa dengan soal-soal sejenis uji kompetensi ini tentunya akan sangat gampang untuk menjawabnya. Anda tidak akan pusing ibarat sebelumnya alasannya yakni anda hanya cukup membiasakan menjawab soal-soal uji kompetensi.

Pada kesempatan kali ini fahrinheit akan membagikan kumpulan pola soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat. Soal keperawatan gawat darurat kali ini mencantum semua bahan dari triage, rjp, hingga lain-lainnya. Soal sendiri kali ini fahrinheit sediakan cukup banyak, LEBIH DARI 100 SOAL !! Wow, luar biasa bukan? Namun jikalau terlalu banyak mungkin kalian akan pusing untuk berlatih oleh alasannya yakni itu soal-soal tersebut kami bagi menjadi 4 chapter dan pada chapter 1 ini kami sediakan sebanyak 33 soal. Untuk chapter lainnya bisa kalian lihat dengan mengklik tombol di bawah ini:

Selain soal-soal, fahrinheit juga menyediaan kunci jawabannya di bawah nanti biar kalian bisa mencocokkan balasan kalian apakah sudah sesuai atau belum. Bagaimana apakah anda sudah tidak sabar berlatih untuk menjawab soal-soalnya? Namun sama ibarat sebelumnya biar anda lebih gampang dalam menjawab soal nantinya ada baiknya anda membaca petunjuk menjawab soal terlebih dahulu di bawah ini:
Petunjuk
  1. Siapkan alat tulis dan kertas selembar untuk menulis jawaban
  2. Siapkan dan pasang timer dalam waktu 33 menit
  3. Simulasikan ibarat anda sedang menjawab soal-soal uji kompetensi bekerjsama dan jawab 1 soal dalam 1 menit
  4. Jawaban terdiri dari huruf A, B, C, D dan E
  5. Jika ada balasan pilihan 1, 2, 3, dan 4 maka anda disuruh menentukan dengan balasan : A. 1, 2 dan 3 benar B. 1 dan 3 benar C. 2 dan 4 benar D. 4 benar E. Semua balasan benar / Semua balasan salah.
  6. Pray First !

Nah itulah tadi petunjuk menjawab soalnya. Bagi anda yang sudah terbiasa mungkin sudah memahaminnya. Sekarang jikalau anda sudah siap pasang timer atau alarm anda 33 menit dan mulailah menjawab soal-soal di bawah ini:

1) Dari beberapa kasus yang ada di bawah ini, manakah pasien yang harus ditangani segera/emergent terlebih dahulu?
a. Pasien tiba dengan luka bakar pada tangan sebelah kanan
b. Pasien tiba dengan diare, sudah 4 kali BAB di rumah
c. Pasien tiba dengan close farktur radius ulnaris
d. Pasien anak tiba dengan temprature tinggi 40,6 0 C
e. Pasien anak tiba dengan muntah, sudah 5 kali muntah di rumah

2) Dari beberapa kasus dibawah ini, manakah pasien yang masuk kategori membutuhkan penanganan, tetapi tidak mengancam hidup (urgent)?
a. Pasien tiba dengan luka tusuk pada tempat abdomen
b. Pasien dengan nyeri dada dan kesulitan bernafas
c. Pasien dengan perdarahan postpartum
d. Pasien tiba dengan keadaan lemah, muntah sudah 3 kali di rumah disertai mual sehabis makan yang dijual di luaran
e. Pasien anak dengan temparature tinggi 39,50 C disertai kejang

3) Pada suatu tempat terjadi bencana alam, sebagai perawat gadar tindakan awal sesuai dengan metode Rapid Assesment Triage memakai metode START adalah?
a. Mencari korban yang masih bernafas dan tidak bernafas
b. Mencari korban yang sanggup bernapas impulsif >30x permenit
c. Mencari korban yang sanggup bernapas impulsif <30x permenit
d. Mencari korban dengan capilarry refill < 2 detik
e. Memanggil semua korban yang sanggup berjalan, dan memerintahkan pergi ke tempat yang aman

4) Pada musibah gunung meletus anda menemukan pasien yang tidak bernafas. Namun sesudah melaksanakan tindakan dengan membuka airway, pasien bisa kembali bernafas, tetapi tidak bernapas spontan. Dalam situasi ini, pasien dikategorikan termasuk label triage...
a. Kategori hijau
b. Kategori hitam
c. Kategori merah
d. Kategori kuning
e. Kategori putih

5) Pada ketika penyelamatan korban bencana longsor anda menemukan pasien bernapas spontan, dengan RR<30 x /menit, CRT< 2 detik, nadi <100 x/menit dan sesudah anda memberi perintah mengangkat kedua tangan pasien sanggup mengangkat kedua tangan tetapi dengan gerakan lambat. Pasien ini termasuk kategori label triage...
a. Kategori hijau
b. Kategori kuning
c. Kategori merah
d. Kategori kuning
e. Kategori putih

6) Pada sebuah bencana musibah massal anda menemukan pasien bernapas dyspnea, RR<30 x /menit, CRT>2 detik, Nadi >100 x/menit. Pasien ini termasuk dalam label triage...
a. Kategori hijau
b. Kategori kuning
c. Kategori merah
d. Kategori kuning
e. Kategori putih

7) Pada penyelamatan korban musibah tsunami anda menemukan pasien sudah tidak bernafas. Kemudian anda melaksanakan tindakan dengan membuka airway namun pasien masih tidak bernafas. Pada kasus ini pasien termasuk dalam label triage...
a. Kategori hijau
b. Kategori hitam
c. Kategori merah
d. Kategori kuning
e. Kategori putih

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 8-11
8) Disuatu tempat yang terkena bencana tanah longsor terdapat 25 korban dengan luka-luka ringan, 13 korban luka berat dengan perdarahan, 7 korban meninggal dan 9 orang tidak diketemukan. Untuk kode triage pada korban dengan luka ringan diberikan dengan warna...
a. Merah
b. Kuning
c. Hijau
d. Putih
e. Hitam

9) Pada korban meninggal diberikan pemberian label triage diberkan dengan kode warna...
a. Merah
b. Kuning
c. Hijau
d. Putih
e. Hitam

10) Pada pola kasus diatas metode yang dipakai untuk pemilihan korban dalam bencana tersebut ialah...
a. START
b. CLEAR
c. SAVE
d. SIX
e. DOWN

11) Pada kasus di atas prioritas tindakan awal anda sebagai perawat adalah...
a. Langsung menyelamatkan korban luka berat dengan perdarahan
b. Mencari korban yang hilang
c. Mengevakuasi korban meninggal
d. Memanggil semua korban yang sanggup berjalan dan perintahkan pergi kesuatu tempat ke area aman
e. Jawaban a, b dan c benar

12) Tn. Y (40 tahun) tiba ke ruang UGD dengan keluhan kesulitan bernafas, dari hasil pengkajian awal diketahui respirasi 31 x/menit. Dalam kasus ini Tn. Y termasuk dalam kategori...
a. Emergency
b. Urgent
c. Non urgent
d. Stable
e. Benar semua

13) Pasien Tn. X (45 tahun) gres saja mengalami kecelakaan kemudian lintas dan tiba ke UGD dengan fraktur terbuka disertai adanya perdarahan. Dalam kasus ini Tn. X termasuk dalam kategori...
a. Emergency
b. Urgent
c. Non urgent
d. Stable
e. Benar semua

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 14-15
Seorang pasien Ny. R (34 tahun) tiba ke ruang UGD dalam keadaan tidak sadar. Pada pengkajian awal perawat menemukan kondisi pasien dengan keadaan TD : 90/60 mmHg, nadi 60 x/m, pola respirasi kussmaul dengan frekuensi 27 x/m dan pada ekstremitas terlihat adanya sianosis.

14) Dari pengkajian perawat di atas, ditemukan adanya tanda-tanda...
1. Hipoksemia
2. Koma
3. Hipoksia
4. Cluster

15) Pasien dengan kasus di atas merupakan pasien dengan indikasi...
1. Pemberian ventilator
2. Pemberian RJP
3. Pemberian DC shock
4. Pemberian terapi oksigen

16) Anda menemukan korban karam dengan tidak sadarkan diri dan mengalami henti nafas. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah...
a. Amankan pemberi pertolongan dan korban dan kaji respon pasien
b. Call for help
c. Cek nadi karotis
d. Lakukan RJP
e. Berikan sumbangan nafas

17) Pasien An. B (2 tahun) BB 14 Kg tiba ke ruang UGD dengan keluhan diare, ketika perawat melaksanakan investigasi diperkirakan defisit 6%, nadi 101x/menit, mukosa pengecap kering.
Kasus diatas termasuk dalam kategori dehidrasi...
a. Sangat ringan
b. Ringan
c. Sedang
d. Berat
e. Sangat berat

18) Tn. C (39 tahun) mengalami kecelakaan tunggal dan tiba ke ruang UGD dengan fraktur terbuka pada femur pasien serta terliha adanya sianosis. Pada kasus tersebut pasien termasuk dalam kategori...
a. Pasien gawat darurat
b. Pasien tidak gawat tapi darurat
c. Pasien tidak gawat dan tidak darurat
d. Unsavegeabel
e. Salah semua

19) Tim penolong bencana gunung meletus berteriak memanggil korban yang bisa berjalan dan tim penolong memerintahkankorban  untuk pergi ke zona hijau. Tindakan tersebut merupakan tindakan awal pada metode
a. SAVE
b. ABC
c. CAB
d. START
e. SIX

20) Tn.M dengan umur 42 tahun dan Ny. S umur 40 tahun mengalami gesekan dengan kendaraan beroda empat lainnya ketika mengendarai mobilnya di jalan tol. Pada ketika insiden Tn. M dalam keadaan sadar, ketika dikeluarkan dari kendaraan beroda empat Tn.M menjerit kesakitan ternyata ditemukan tungkai sinistra tibia fibula tampak bengkok, bengkak, dan terdapat luka robek yang mengeluarkan darah. Sedangkan Ny. S ketika insiden dalam keadaan tidak sadar dan ditemukan adanya jejas pada dada dekstra dan diduga mengalami henti nafas.
Paa kasus diatas, pernyataan manakah yang benar berdasarkan kondisi gawat dan darurat?
a. Ny. S termasuk dalam kategori gawat dan Tn.M termasuk dalam kategori darurat
b. Ny. S termasuk dalam kategori darurat dan Tn.M termasuk dalam kategori gawat
c. Ny. S dan Tn.M termasuk dalam kategori gawat dan darurat
d. Ny. S dan Tn.M tidak termasuk dalam kategori gawat dan darurat
e. Semua balasan benar

21) Di ruang UGD tampak seorang perawat melaksanakan resusitasi cairan dengan melaksanakan kerja sama penggantian cairan memakai infus 2 jalur pada pasien yang mengalami perdarahan. Tindakan dari perawat tersebut disebut?
a. Penanggulangan Pasien Gawat Darurat
b. Upaya Penanggulangan Pasien Gawat Darurat
c. Upaya Penanggulangan penderita Gawat Darurat
d. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat

22) Dari beberapa diagnosa di bawah ini manakah yang termasuk dalam prioritas kegawat daruratan kategori gawat darurat?
1. Kesulitan bernafas
2. Luka bakar
3. Mulltipel fraktur
4. Cedera kepala berat
5. Kelainan persalianan
a. 1,2,3
b. 1,2,4
c. 1,3,5
d. 1,4,5
e. 1,3,4

23) Dari beberapa diagnosa di bawa ini, manakah yang termasuk dalam kegawat daruratan kategori darurat tidak gawat?
1. Nyeri alasannya yakni gangguan paru
2. Luka bakar
3. Mulltipel fraktur
4. Cedera kepala berat
5. Kelainan persalianan
a. 1,2,3
b. 1,2,4
c. 1,3,5
d. 1,4,5
e. 1,2,5

24) Pasien tiba ke UGD dengan keadaan sadar, tampak kesulitan bernafas dan kedua tangan memegangi leher, orang yang mengantar pasien menyebutkan pasien tersedak. Tindakan yang sempurna dilakukan perawat adalah...
a. Head tilt
b. Chin lift
c. Hemlich manuver
d. Jaw thrust
e. Suction

25) Tindakan yang sempurna untuk membebaskan jalan napas pasien yang dicurigai mengalami cedera tulang belakang adalah...
a. Head tilt
b. Chin lift
c. Hemlich manuver
d. Jaw thrust
e. Suction
 
26) Pasien tiba ke UGD dengan keluhan nyeri punggung yang berulang termasuk dalam kategori...
a. Penderita gawat darurat
b. Penderita tidak gawat tapi darurat
c. Emergent
d. Urgent
e. Nonurgent

27) Dasar-dasar melaksanakan triage
1. Derajat cedera
2. Jumlah yang cedera
3. Sarana dan kemampuan
4. Kemungkinan bertahan hidup
Dari keempat poin diatas manakah yang merupakan dasar Triage
a. 1,2, 3
b. 1,2
c. 1, 3
d. 4
e. Benar semua

28) Proses penilaian triage
1. Penilaian impian hidup
2. Penilaian tanda vital dan kondisi
3. Penilaian tindakan yang diharapkan
4. Prioritas penangan definitif
5. Penilaian kemampuan medis
6. Pemberian label
Dari keenam poin diatas manakah urutan penilaian dari yang pertama hingga terakhir
a. 1, 2, 3, 4, 5, 6
b. 1, 2, 4, 3, 6, 5
c. 2, 3, 1, 5, 4, 6
d. 2, 1, 3, 6, 4, 5
e. 2, 1, 3, 5, 6, 4

29) Langkah melaksanakan resusitasi jantung paru (RJP/CPR)
1. Buka jalan nafas dan hilangkan sumbatan
2. Assesment, pengenalan dan aktifasi respon darurat dan minta bantuan
3. Berikan pernafasan dan cek pernafasan
4. Cek nadi dan kompresi
5. Berikan kejut listrik
Dari kelima poin diatas manakah urutan yang sesuai dengan langkah RJP/CPR yang terbaru tahun 2010?
a. 1, 2, 3, 4, 5
b. 2, 1, 3, 4, 5
c. 4, 1, 2, 3, 5
d. 2, 4, 1, 3, 5
e. 1, 2, 4, 3, 5

30) Tindakan untuk membebaskan jalan nafas
1. Hemlich manuver
2. Head tilt-chin lift
3. Jaw thrust
4. Finger sweeping
5. Suction atau miringkan pasien
Dari poin di atas poin manakah yang dilakukan untuk membebaskan jalan nafas pasien tidak sadar?
a. 1, 2, 3
b. 2, 3, 4, 5
c. 2, 3, 5
d. 1, 2, 3, 5
e. Semua benar

31) Prosedur breathing verbal ke verbal (mouthto mouth)
1. Ambil nafas ibarat biasa (jangan terlalu dalam)
2. Buat keadaan verbal ke verbal yang serapat mungkin
3. Pastikan hidung korban terpencet  rapat
4. Berikan satu ventilasi tiap satu detik
5. Kembali kelangkah ambil nafas hingga berikan nafas kedua selama satu detik
6. Jika tidak memungkinkan untuk menawarkan pernafasan melalui verbal korban sanggup dilakukan pernafasan verbal kehidung korban
Dari keenam poin diatas manakah urutan pertama hingga yang terakhir sesuai mekanisme breathing verbal ke mulut?
a. 1, 2, 3, 4, 5, 6
b. 3, 1, 2, 4, 5, 6
c. 1, 3, 2, 4, 5, 6
d. 3, 2, 1, 4, 5, 6
e. 2, 1, 3, 4, 5, 6

32) Pasien membutuhkan penilaian/evaluasi dan penanganan, tetapi waktu tidak menjadi faktor kritis, ini merupakan definisi dari...
a. Emergent
b. Urgent
c. Nonurgent
d. Stable
e. Referred

33) Waktu yang ideal untuk tindakan penyelamatan pada pasien sumbatan jalan nafas dan perdarahan jago berdasarkan metode START Triage adalah...
a. 1-2 menit
b. <30 detik
c. < 3 menit
d. Tidak lebih dari 60 detik
e. Tidak lebih dari 4 menit

Nah bagaimana sesudah anda menjawab soal-soal di atas apakah cukup memusingkan? Tentunya sangat gampang bukan alasannya yakni anda sudah mulai terbiasa menjawab soal-soal tersebut. Periksa kembali lembar balasan anda jikalau ada yang belum diisi. Jika sudah silahkan beristirahat sejenak. Setelah beristirahat kini ayo kita cocokkan balasan anda dengan kunci balasan yang ada di bawah ini:
Kunci Jawaban
  1. D
  2. D
  3. E
  4. C
  5. B
  6. C
  7. B
  8. C
  9. E
  10. A
  11. D
  12. A
  13. B
  14. B
  15. D
  16. A
  17. C
  18. B
  19. D
  20. B
  21. D
  22. D
  23. A
  24. C
  25. D
  26. E
  27. E
  28. C
  29. D
  30. B
  31. B
  32. C
  33. D

Bagaimana sesudah mencocokkan balasan anda dengan kunci balasan di atas? Apakah sudah sesuai atau masih banyak yang salah? Jika masih banyak yang salah pelajari lagi ya mengenai
keperawatan gawat darurat atau jikalau ada yang ingin anda tanyakan bisa menanyakan eksklusif kepada admin fahrinheit. Selain itu anda juga harus sering-sering berlatih menjawab soal. Untuk soal-soal uji kompetensi yang lainnya bisa anda cek DISINI. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Str

Contoh Surat Kuasa Pengambilan STR - , Hai sobat fahrinheit, bagaimana kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja ya. Sudah usang admin tidak membuatkan gosip disini yang dikarenakan kesibukan pekerjaan di dunia nyata. Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan membuatkan gosip mengenai pola Surat Kuasa Pengambilan STR. STR apa itu? Nah bagi kalian yang belum mengetahuinya STR yaitu abreviasi dari Surat Tanda Registrasi. Surat ini biasanya ditujukan kepada para tenaga kesehatan baik itu dokter, perawat, bidan, apoteker, ataupun yang lainnya. Dengan adanya STR ini maka menandakan bahwa seorang tenaga kesehatan dikatakan kompeten dan siap melaksanakan pekerjaan secara faktual di lapangan.

 Sudah usang admin tidak membuatkan gosip disini yang dikarenakan kesibukan pekerjaan di d Contoh Surat Kuasa Pengambilan STR
Untuk mendapat STR ini tidaklah gampang alasannya yaitu harus mengikuti serangkaian tes yakni uji kompetensi. Apabila berhasil melewati uji kompetensi maka nantinya seorang tenaga kesehatan akan mendapat serkom atau akta kompetensi. Sertifikat Kompetensi inilah yang nantinya akan dipakai dalam pembuatan STR. Pembuatan STR pun tidaklah cepat alasannya yaitu harus menunggu serangkaian proses dan antri yang tidak mengecewakan usang alasannya yaitu semua STR tenaga kesehatan dikeluarkan oleh 1 pengelola yakni MTKP atau Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi.

Baca Juga : Kumpulan Contoh Soal Uji Kompetensi

Apabila antrian STR kita sudah simpulan dan dicetak maka biasanya akan ada pengumuman tertulis bahwa STR sudah dicetak dan sanggup diambil ke MTKP masing-masing wilayah. Untuk pengambilannya sendiri tidak sanggup diwakilkan alasannya yaitu harus orang yang mempunyai STR tersebut untuk mengambilnya. Untuk pengambilannya sanggup diwakilkan namun harus ada surat penunjukkan kuasa kepada orang yang mengambilkan STR tersebut biar nantinya jikalau ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan ibarat hilang atau sebagainya maka bukanlah menjadi tanggung jawab dari MTKP.

Untuk pengambilan STR ini sendiri pernah admin alami dengan mengambil sendiri dan pernah juga mengambilkan punya sobat yang memang waktu keluar terbit STR tersebut memang sama. Nah ibarat yang sudah disebutkan di atas, untuk mengambilkan STR punya orang lain maka harus mempunyai Surat Kuasa Pengambilan STR. Bagaimanakah pola surat kuasa itu? Nah oleh alasannya yaitu itu kini fahrinheit akan membuatkan Contoh Surat Kuasa Pengambilan STR yang pernah admin gunakan dan sanggup diterima oleh MTKP. Berikut ini eksklusif saja contohnya:
SURAT KUASA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : , A.Md.Kep
Tempat/Tanggal Lahir : Marabahan, 26 April 1994
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Jln. Putri Junjung Buih, RT. 03 RW. 01, Kel. Ulu Benteng, Kec. Marabahan, Kab. Barito Kuala
Pekerjaan : Perawat

menerangkan bahwa dengan ini memberi kuasa kepada :
Nama : Kevin Nizami, A.Md.Farm.
Tempat/Tanggal Lahir : Banjarmasin, 4 Desember 1995
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Simpang Kuin RT. 05 RW. 01 No. 96 Banjarmasin Kota
Pekerjaan : Asisten Apoteker

Untuk itu peserta kuasa dikuasakan untuk mengambil Surat Tanda Registrasi (STR). Pemberi kuasa dengan ini menjamin dan membebaskan Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) dari segala kewajiban, tuntutan, gugatan, klaim dalam bentuk apapun serta dari pihak manapun juga, serta membebaskan dari tanggung  jawab atas setiap dan semua kerugian resiko yang timbul di kemudian hari sehubungan dengan dijalankannya kuasa ini. Surat ini dibentuk dalam keadaan sebenar-benarnya untuk dipakai sebagaimana mestinya.


Marabahan, 31 Desember 2018,
Pemberi Kuasa

 FAHRINHEIT (TTD + Materai 6000)

 , A.Md.Kep

Penerima Kuasa

KEVIN(TTD + Materai 6000)

Kevin Nizami, A.Md.Farm.

Baca Juga : Contoh Surat Lamaran Kerja Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia

Nah itulah tadi Contoh Surat Kuasa Pengambilan STR. Sangat gampang sekali bukan? Jangan lupa untuk melampirkan materai di form tanda tangan untuk memastikan keabsahan surat kuasa yang sudah kita buat. Dengan menciptakan surat kuasa disertai dengan materai 6000 maka pengambilan STR pun sanggup diwakilkan kepada si peserta kuasa. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.