Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri contoh-soal-keperawatan-gawat-darurat-choking. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri contoh-soal-keperawatan-gawat-darurat-choking. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Contoh Soal Keperawatan Gawat Darurat Perihal Choking

Contoh Soal Uji Kompetensi Choking - , Hai teman perawat, bagaimana kabar anda? Semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja dan dimudahkan dalam pekerjaannya melayani masyarakat ya. Sudah usang fahrinheit tidak mengembangkan soal-soal uji kompetensi. Sebelumnya fahrinheit mohon maaf sudah usang tidak update informasi di website ini alasannya yaitu kesibukan pekerjaan di dunia nyata. Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan mengembangkan kembali mengenai soal-soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat yakni choking.

baik saja dan dimudahkan dalam pekerjaannya melayani masyarakat ya Contoh Soal Keperawatan Gawat Darurat wacana Choking
Choking biasanya merupakan salah satu bahan yang wajib diketahui oleh perawat dalam kompetensi keperawatan gawat darurat. Tidak jarang pula soal-soal wacana bahan choking selalu dimunculkan dalam uji kompetensi. Oleh alasannya yaitu itu tidak ada salahnya kita juga mengulang kembali bahan wacana choking. Untuk soal choking kali ini fahrinheit sediakan sebanyak 12 soal. Tidak hanya soal, kami juga menyediakan kunci jawabannya nanti di tamat soal supaya memudahkan anda untuk membandingkan balasan anda apakah sudah sesuai atau belum.

Bagaimana apakah anda sudah tidak sabar menjawab soal-soal wacana choking. Sebelumnya supaya anda lebih gampang menjawabnya silahkan pelajari kembali materi-materi wacana choking. Jika sudah, kini silahkan baca petunjuk menjawab soal di bawah ini terlebih dahulu sebelum mulai menjawab soal:
Petunjuk Menjawab Soal
  1. Siapkan alat tulis dan kertas selembar untuk menulis jawaban
  2. Siapkan dan pasang timer dalam waktu 12 menit
  3. Simulasikan ibarat anda sedang menjawab soal-soal uji kompetensi sebetulnya dan jawab 1 soal dalam 1 menit
  4. Jawaban terdiri dari huruf A, B, C, D dan E
  5. Jika ada balasan pilihan 1, 2, 3, dan 4 maka anda disuruh menentukan dengan balasan : A. 1, 2 dan 3 benar B. 1 dan 3 benar C. 2 dan 4 benar D. 4 benar E. Semua balasan benar / Semua balasan salah.
  6. Pray First !

Baca Juga : Contoh Soal Keperawatan wacana Akut Abdomen

Nah itulah tadi petunjuk menjawab soalnya. Bagaimana apakah anda sudah siap? Jika sudah kini mari pasang timer atau alarm anda dan mulailah menjawab soal-soal di bawah ini. Good Luck !

1. Ada seorang bayi dilarikan ke sebuah UGD RS dikarenakan mengalami tersedak uang koin logam. Perawat pun memperlihatkan tindakan pertama dengan melaksanakan choking kepada sang bayi. Berikut ini gejala chocking pada bayi sesuai urutannya yang benar adalah...
a. Breath, speak, cry, cough
b. Breath, communication, cough, cry
c. Breath, speak, cough, cry
d. Breath, cough, communication, cry
e. Speak, cry, cough, speak

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 2-4
Tn. T berumur 60 tahun tiba ke UGD. Keluarga menyampaikan Tn. T tersedak gigi palsunya sehinggga mengalami sulit ketika bernafas, sulit bicara dan merasa tercekik. Perawat melaksanakan pengkajian gejala tersedak. Lalu perawat melaksanakan pukulan pada punggung belakang sebanyak 5 kali.

2. Urutan pengkajian yang dilakukan perawat untuk mengetahui seseorang mengalami tersedak adalah...
a. Breath, speak, cry
b. Breath, communication, cough, cry
c. Breath, communication, cough
d. Breath, cough, communication
e. Cough, communication, breath

3. Jenis tersedak yang dialami oleh Tn. T adalah...
a. Parsial
b. Total
c. Intermediate
d. Primerly
e. Sekunder

4. Tindakan yang dilakukan perawat dengan cara melaksanakan pukulan pada bab punggung belakang disebut dengan...
a. Abdominal trust
b. Back blows
c. Finger swab
d. Jaw thrust
e. Chin lift

5. Berikut di bawah ini indikasi tindakan choking dihentikan
1) Pasien bernafas
2) Pasien batuk
3) Pasien mengeluarkan benda asing
4) Pasien tidak sadar
Dari 4 keadaan di atas, manakah indikasi dukungan tindakan choking dilarang yang benar?
a. 1, 2, 3
b. 1, 3
c. 2, 4
d. 4
e. Benar semua

6. Seorang perawat memperlihatkan choking kepada seorang bayi yang diduga mengalami tersedak mainannya. Apa yang perlu dihindari oleh perawat ketika melaksanakan tindakan chocking pada bayi?
a. Menggendong bayi dengan posisi wajah kebawah telungkup di atas pangkuan
b. Tangan anda menciptakan kepala bayi lebih rendah dari kakinya
c. Memberikan 5 kali tepukan di tengkuk
d. Menggunakan 2 jari (telunjuk dan tengah) untuk melaksanakan chest thrust
e. Melakukan 5 kali pemfokusan dada

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Anak

7. Seorang ibu hamil mengalami tersedak ketika sedang makan bakso. Anda sebagai perawat yang kebetulan sedang berada di daerah insiden pun memperlihatkan pertolongan pertama dengan melaksanakan choking. Berikut ini posisi tangan ketika melaksanakan penanganan tersedak (choking) pada ibu hamil yang benar adalah...
a. Lengan dibawah ketiak melingkari dada, ibu jari kepalan ditengah tulang dada
b. Lengan dibawah ketiak melingkari dada, ibu jari kepalan ditengah perut
c. Lengan di leher
d. Ibu jari diantara 2 tulang belikat
e. Ibu jari di px

8. Berikut ini tindakan yang dilakukan oleh perawat sebagai bentuk pencegahan tersedak pada anak adalah...
1) Meletakkan semua benda berbahaya di daerah yang tidak terjangkau anak
2) Memanggil bayi ketika diberi makan
3) Menggunakan dot yang tidak sanggup dibongkar oleh bayi
4) Anak-anak/bayi didudukkan dulu selama 10 menit

9. Tindakan medis lanjutan yang dilakukan kalau tersedak tidak sanggup dilarang dengan manual
1) Bronkoskopi
2) Tonsilektomi
3) Intubasi
4) Hipopisektomi

10. Posisi tangan ketika melaksanakan abdominal thrust pada penanganan chocking cendekia balig cukup akal adalah?
a. Tepat di umbilikus
b. 2 jari di bawah umbilikus
c. 2 jari di atas umbilikus
d. Tepat di px
e. Di tengah tulang dada

11. Seorang perawat sedang memperlihatkan tindakan pertama pada pasien yang tersedak bakso. Posisi perawat yang sempurna ketika melaksanakan chocking adalah...
a. Berhadapan dengan pasien
b. Disamping pasien
c. Di belakang pasien
d. Di depan pasien
e. Di sebelah kanan pasien

12. Berikut ini komplikasi yang sanggup terjadi ketika dukungan abdominal thrust yang tidak benar pada bawah umur adalah...
1) Nyeri abdomen, ekimosis
2) Mual, muntah
3) Fraktur iga
4) Cedera / stress berat pada organ-organ di bawah abdomen/dada

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat

Bagaimana sehabis menjawab soal-soal di atas? Tentunya sangat gampang bukan alasannya yaitu anda sudah terbiasa menjawab soal-soal uji kompetensi, apalagi kalau anda sudah berguru sebelumnya. Silahkan periksa kembali balasan anda barangkali masih ada soal yang belum terjawab atau terlewati. Jika sudah terjawab semua kini mari kita cocokkan balasan anda dengan kunci balasan di bawah ini :
Kunci Jawaban
  1. B
  2. C
  3. A
  4. B
  5. E
  6. C
  7. A
  8. A
  9. B
  10. C
  11. C
  12. E

Nah bagaimana sehabis anda mencocokkan balasan anda dengan kunci balasan di atas tadi? Apakah masih banyak balasan yang tidak sesuai atau lebih banyak yang sesuai? Jika masih banyak yang belum sesuai silahkan buka kembali materi-materi perkuliahan anda untuk mengingat kembali yang sudah kita pelajari. Atau silahkan berdiskusi dengan berkomentar di kolom komentar di bawah ini. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Komunitas Beserta Kunci Jawabannya

contoh soal keperawatan gawat darurat wacana choking. Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan membuatkan kembali mengenai soal-soal uji kompetensi mengenai keperawatan komunitas. Bukan hanya soal-soal, nantinya akan ada kunci balasan sehabis soal-soal di bawah biar anda bisa membandingkan balasan anda apakah sudah sesuai dengan kunci balasan atau belum.

 sudah usang rasanya fahrinheit tidak membuatkan teladan Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Komunitas Beserta Kunci Jawabannya
Sekilas mungkin problem keperawatan komunitas terlihat sepele. Memang pada ketika uji kompetensi soal-soal mengenai keperawat komunitas sangat sedikit persentase jumlah soalnya dibandingkan bahan keperawatan yang lain. Namun tidak ada salahnya bukan kalau anda mempelajari kembali mengenai keperawatan komunitas alasannya ialah apabila anda sudah menjawab dengan sempurna dan benar maka akan menambah nilai anda sehingga sanggup mempertinggi kemungkinan lulus uji kompetensi.

Pada soal-soal kali ini fahrinheit menyediakan sebanyak 15 soal beserta kunci jawabannya yang nanti sanggup anda temukan di simpulan soal. Sama menyerupai dulu aturannya sebelum anda menjawab soal-soal berikut ada baiknya anda membaca petunjuk menjawab soal terlebih dahulu yang ada di bawah ini:
Petunjuk Menjawab Soal
  1. Siapkan alat tulis dan kertas selembar untuk menulis jawaban
  2. Siapkan dan pasang timer dalam waktu 15 menit
  3. Usahakan menjawab 1 soal dalam 1 menit
  4. Jawaban terdiri dari huruf A, B, C dan D
  5. Pray First !

Nah itulah tadi petunjuk menjawab soal-soal uji kompetensi keperawatan komunitas. Bagaimana apakah anda sudah paham dan sudah tidak sabar menjawab soal-soalnya. Langsung saja kini pasang alarm atau timer anda dan mulailah menjawab soal-soal di bawah ini:

1. Perawat  A melaksanakan pengkajian keperawatan komunitas di desa C, terdapat ibu hamil 10 orang. 2 orang berusia  kurang dari 20 tahun dan 4 orang berusia lebih dari 35 tahun,  2 orang mengalami kaki bengkak, 2 orang Anemia, 5 orang Hipertensi, dan 7 orang tidak mengetahui wacana kehamilan dengan risiko tinggi.
Diagnosa keperawatan komunitas yang paling sempurna untuk data diatas adalah?
a. Risiko terjadi perdarahan diantara ibu hamil
b. Risiko terjadi persalinan dengan penyulit diantara ibu-ibu hamil
c. Risiko terjadi maut diantara bayi yang dilahirkan
d. Risiko terjadi anemia diantara ibu hamil

2. Perawat H melaksanakan pengkajian keperawatan komunitas di desa R, didapatkan data sebagai berikut : Jumlah balita 63 orang, Imunisasi balita tidak lengkap 5 orang (8,1 %), Balita tidak mempunya KMS 3 orang (4,8%), Balita tidak pernah dibawa ke posyandu 3 orang (4,8 %), Berat tubuh bayi dibawah garis titik-titik pada KMS 1 orang (1,6 %), Berat tubuh bayi dibawah garis merah pada KMS 3 orang (5%),
Diagnosa keperawatan komunitas yang paling sempurna untuk data diatas adalah?
a. Risiko terjadi kurang gizi diantara balita di desa R
b. Risiko terjadi kesakitan diantara balita di desa R
c. Risiko terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan diantara balita di desa R
d. Risiko terjadi gizi jelek diantara balita di desa R

3. Perawat melaksanakan pengkajian keperawatan komunitas di desa B, didapat data sebagai berikut : Jumlah lansia 105 orang, Lansia yang mengalami keluhan 70 orang (66,7%), Jenis penyakit yang diderita lansia : asma 5 orang (4,7%), TBC 3 orang (2,9%), Hipertensi 35 orang (33,3%), Kencing anggun 7 orang (6,7%), reumatik 30 orang (28,7%), katarak 10 orang (9,5%), penyakit kulit 10 orang (9,5%), lain-lain 5 orang ( 4,7%), Upaya lansia mencegah penyakit : diobati sendiri 20 orang (19,1%), non medis 10 orang (9,5%), Belum adanya posyandu lansia di RW 002.
Diagnosa keperawatan komunitas yang paling sempurna untuk data diatas adalah?
a. Risiko terjadi gangguan acara diantara lansia di desa B
b. Risiko terjadi gangguan penglihatan diantara lansia di desa B
c. Risiko terjadi maut diantara lansia di desa B
d. Risiko terjadi peningkatan angka kesakitan diantara lansia di desa B

4. Perawat V melaksanakan pengkajian keperawatan komunitas di desa Y, didapat data sebagai berikut : 12% dari bayi yang ada mempunyai berat tubuh lahir kurang dari 2500 gr pada tahun 2012, 24% dari bayi yang lahir pada tahun 2012 mempunyai ibu berusia kurang dari 18 tahun, 65% dari ibu melaksanakan investigasi kehamikan kurang dari 3 kali, angka maut bayi 12 per 1000 kelahiran hidup, angka maut bayi gres lahir (neonatal) 14, terjadi peningkatan bencana angka maut bayi sebesar 10% dari tahun sebelumnya.
Diagnosa keperawatan komunitas yang paling sempurna untuk data diatas adalah?
a. Risiko terjadinya maut diantara bayi di desa Y
b. Risiko terjadinya maut diantara ibu di desa Y
c. Risiko terjadinya kesakitan diantara bayi di desa Y
d. Risiko terjadinya kesakitan diantara ibu di desa Y

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Anak

5. Perawat Z melaksanakan pengkajian keperawatan komunitas di desa M, didapat data sebagai berikut : Jumlah arif balig cukup akal 230 orang, Penggunaan waktu luang arif balig cukup akal dengan begadang 16 orang (6,9%), Kebiasaan arif balig cukup akal yang kurang baik : merokok 26 orang (11,3%), minum alkohol 4 orang (1,7%), Penyakit yang diderita 6 bulan terakhir : TBC 5 orang (2%), ISPA 133 orang (53,2%),
Diagnosa keperawatan komunitas yang paling sempurna untuk data diatas adalah.
a. Risiko terjadi kenakalan diantara arif balig cukup akal di desa M
b. Risiko terjadi penyakit ISPA diantara arif balig cukup akal di desa M
c. Risiko terjadi TBC diantara arif balig cukup akal di desa M
d. Risiko terjadi maut diantara arif balig cukup akal di desa M

6. Adanya stimulus turunnya hujan lebat pada komunitas pinggir sungai, persepsi penduduk terhadap banyaknya curah hujan mengingatkan mereka terhadap bencana banjir pd waktu yang lalu, kesadaran mereka terhadap pencegahan dan penanggulangan banjir dan kecemasannya terhadap ancaman berkontribusi terhadap rencana mereka untuk penyelamatan dan meminta proteksi atau mencari bantuan.
Kasus tersebut diatas sesuai dengan teori menurut?
a. Imogene King
b. Calista Roy
c. Dorothy Orem
d. Betty Neuman

7. Keinginan komunitas utk melindungi arif balig cukup akal dari merokok (stimulus internal) dan kebijakan kota melarang menjual produksi tembakau terhadap generasi muda (stimulus eksternal); kombinasi kedua hal tersebut timbul larangan generasi muda membeli rokok (mekanisme koping), jadinya rendahnya persentase merokok pada populasi tersebut.
Kasus tersebut diatas sesuai dengan teori menurut?
a. Imogene King
b. Calista Roy
c. Dorothy Orem
d. Betty Neuman

8. Dalam Kasus Buyat, komunitas tidak mempunyai kemampuan mengenal ancaman memakan masakan (ikan) yang mengandung Merkuri, perawat komunitas harus membantu komunitas menyadari risiko dan identifikasi sumber masakan lain. Perawat komunitas juga harus sanggup membantu melobi pemerintah tempat Minahasa dan Industri Newmount untuk mengurangi polusi Merkuri dan membersihkan sungai dari limbah  serta mencegah pembuangan limbah ke sungai.
Kasus tersebut diatas sesuai dengan teori menurut?
a. Imogene King
b. Calista Roy
c. Dorothy Orem
d. Betty Neuman

9. Diagnosa Keperawatan Komunitas : Risiko tinggi terjadi penyakit akhir lingkungan yg kurang sehat pada warga RW 007 Kel.A. berafiliasi dengan kurangnya kemampuan masyarakat memelihara lingkungan  sesuai syarat kesehatan.
Tanda atau manifestasi yang paling sempurna untuk mendukung diagnose tersebut adalah?
a. Saat ekspresi dominan hujan terjadi banjir
b. Sumber air higienis yg dipakai 85 % sumur
c. Ditemukan 15 orang penduduk menderita diare dan 2 orang menderita DHF
d. Penduduk sering membuang sampah ke sungai

10. Pada model ini, insan dipandang sebagai sistem terbuka dimana berinteraksi secara konstan dan timbal balik dgn lingkungan , Subsistem saling berinteraksi, sehat akan dicapai apabila subsistem berinteraksi secara serasi satu sama lain dan dgn sistem lingkungan.
Model konseptual keperawatan komunitas diatas menurut?
a. Imogene King
b. Calista Roy
c. Dorothy Orem
d. Betty Neuman

11. Perawat menunjukkan pelayanan kesehatan yang bertujuan menyediakan palayanan kesehatan yang berkualitas, mengurangi fragmentasi, serta meningkatkan kualitas hidup klien.
Peran perawat komunitas diatas sebagai?
a. Pendidik
b. Advokat
c. Role model
d. Manajemen kasus

12. Perawat mempunyai tugas untuk sanggup menunjukkan warta yang memungkinkan klien menciptakan pilihan dan mempertahankan autonominya.
Peran perawat komunitas diatas sebagai?
a. Pendidik
b. Advokat
c. Role model
d. Manajemen kasus

13. Perawat kesehatan komunitas seharusnya sanggup menjadi panutan bagi setiap individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat sesuai dengan tugas yang diharapkan.
Peran perawat komunitas diatas sebagai?
a. Pendidik
b. Advokat
c. Role model
d. Manajemen kasus

14. Model ini membahas tentang  aktivitas  seorang individu melaksanakan sesuatu untuk dirinya dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraan.
Model konseptual keperawatan diatas adalah?
a. Adaptation Model
b. Environmental Model
c. Health Care System Model
d. Self Care Model

15. Model ini membahas tentang  penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat fleksibel; normal dan resisten.
Model konseptual keperawatan diatas adalah?
a. Adaptation Model
b. Environmental Model
c. Health Care System Model
d. Self Care Model

Baca Juga : Contoh Soal wacana Akut Abdomen

Nah itulah tadi soal-soal uji kompetensi keperawatan komunitas. Bagaimana apakah anda pusing menjawabnya atau sangatlah mudah? Tentunya kalau anda sudah berguru dengan benar pastinya akan gampang dalam menjawab soal-soal di atas bukan. Sekarang saatnya kita mencocokkan balasan anda dengan kunci balasan apakah sudah sesuai atau belum. Silahkan anda cek kunci jawabannya pada kotak di bawah ini :

Kunci Jawaban
  1. B
  2. C
  3. D
  4. A
  5. B
  6. B
  7. B
  8. C
  9. C
  10. D
  11. D
  12. A
  13. C
  14. D
  15. C

Bagaimana sehabis anda mencocokkan balasan anda dengan kunci balasan di atas? Apakah banyak yang sesuai ataukah banyak yang berbeda? Jika banyak yang berbeda mungkin saatnya anda membuka kembali materi-materi anda ketika mata perkuliahan keperawatan komunitas dulu biar lebih membuka ingatan anda kembali. Tetap semangat belajarnya dan terus berusaha berlatih alasannya ialah tidak ada perjuangan yang mengkhianati hasil kalau anda sudah berguru dengan benar. Untuk soal-soal lainnya sanggup anda lihat DISINI. Demikian artikel kali ini semoga bermanfaat.

Contoh Soal Neurologi (Sistem Saraf Manusia)

contoh soal keperawatan komunitas. Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan membuatkan contoh-contoh soal yang lainnya yakni perihal neurologi atau sistem saraf pada manusia. Bagi sebagian orang soal-soal perihal neurologi memang sering menjadi momok yang angker pada dikala mengerjakan uji kompetensi. Hal ini dikarenakan materi perihal neurologi cukup memusingkan kepala dikala dipelajari, sama menyerupai problem endokrin. Namun kalau dipelajari sungguh-sungguh dan telaten maka tentu akan memudahkan untuk memahaminya. Oleh alasannya ialah itu sangat disarankan untuk sering berlatih menjawab soal-soal perihal neurulogi.

Pada artikel yang kemudian fahrinheit sudah membuatkan  Contoh Soal Neurologi (Sistem Saraf Manusia)
Dalam soal-soal perihal neurologi ini admin menyediakan soal sebanyak 20 soal. Namun kali ini tidak ada kunci tanggapan menyerupai biasanya alasannya ialah admin pun cukup ragu dalam menjawab soal-soal perihal neurologi. Jika kalian sanggup menjawabnya dengan gampang maka sanggup berkomentar di bawah artikel ini nantinya atau berdiskusi untuk menjawabnya. Bagaimana apakah anda sudah tidak sabar untuk berlatih? Namun sebelum mulai menjawab soal-soal di bawah anda harus membaca petunjuk menjawab soalnya terlebih dahulu di bawah ini:
Petunjuk Menjawab Soal
  1. Siapkan alat tulis dan kertas selembar untuk menulis jawaban
  2. Siapkan dan pasang timer dalam waktu 20 menit
  3. Simulasikan menyerupai anda sedang menjawab soal-soal uji kompetensi gotong royong dan jawab 1 soal dalam 1 menit
  4. Jawaban terdiri dari huruf A, B, C, D dan E
  5. Jika ada tanggapan pilihan 1, 2, 3, dan 4 maka anda disuruh menentukan dengan tanggapan : A. 1, 2 dan 3 benar B. 1 dan 3 benar C. 2 dan 4 benar D. 4 benar E. Semua tanggapan benar / Semua tanggapan salah.
  6. Pray First !

Nah itulah petunjuk menjawab soalnya. Jika anda sudah membacanya dengan benar maka akan memudahkan anda dalam menjawab soal-soal perihal neurologi ini nantinya. Jika anda sudah siap kini pasang alarm atau timer anda dan mulailah menjawab soal-soal di bawah ini. Good luck!

1. Seorang perempuan berumur 58 tahun masuk ke ruang IGD dengan keluhan kelemahan ekstremitas sebelah kanan setelah bangkit tidur, diketahui pasien mempunyai riwayat diabetes. Saat dilakukan investigasi kesadaran komposmentis, tanda vital, TD: 180/120 mmHg, N: 112 x/menit, R: 23 x/menit T: 36,7°C, refleks babinski (-), menurut data pengkajian di atas, perempuan tersebut sanggup dklasifikasikan mengalami serangan stroke jenis:
a. Stroke hemoragik
b. Stroke non hemoragik
c. Stroke komplit
d. Stroke involusi
e. Contusio serebri

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 2-5
Tn X. 60 tahun MRS tanggal 10 Januari 2013  jam 10 pagi dengan riwayat kelemahan pada tangan dan kaki kiri sesaat setelah bangkit tidur jam 7 pagi, dari pemerikaan fisik ditemukan TD 160/100 mmHg, R 18 x/menit, nadi 100 x/menit, T 37°C, kesadaran komposmentis, refleks babinsky (-), wajah asimetris, riwayat penyakit mengalami diabetes melitus pada catatan perkembangan 1 hari selanjutnya  investigasi fisik ditemukan  E2M3V3, muntah negatif (-), bunyi napas stridor/gurlik, TD 150/90 mmHg, T 38°C, N 100 x/menit, R 16x/menit, skala kekuatan otot ekstrimitas kanan 5 dan kiri 2.

2. Kemungkinan pasien mengalami ;
a. Stroke hemoragik
b. Contusio serebri
c. Intracerebral hemorrhage
d. Trombosis serebral
e. Transient ischemic attack

3. Dari data pengkajian prioritas utama diagnosa keperawatan yang sanggup diangkat ;
a. Gangguan rasa nyaman nyeri b/d edema otak
b. Pola nafas tidak efektif b/d penumpukan sekret
c. Perubahan perfusi jaringan otak b/d sumbatan pembuluh darah otak
d. Kerusakan mobilitas fisik b/d kelumpuhan
e. Perubahan metabolisme b/d peningkatan suhu tubuh

4. Tindakan keperawatan sehubungan dengan diagnosa tersebut ;
1. Kaji dan observasi TTV dan status neurologis
2. Pelihara jalan nafas tetap terbuka/paten
3. Letakan posisi kepala pasien sedikit lebih tinggi
4. Atasi peningkatan suhu badan pasien

5. Kolaborasi obat-obatan yang rasional untuk pasien ;
1. Pemberian aspilet
2. Pemberian nicholin
3. Pemberian clapidogrel
4. Pemberian cefotaxim

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 6-11
Tn M umur 69 tahun masuk RS dengan keluhan tidak sanggup bicara, sebelumnya jatuh di kamar mandi. Membuka mata bila dipanggil perawat, sanggup menggerakan tangan dan kaki kiri melawan tahanan perawat, sanggup diajak bicara walaupun agak hirau dan kacau, ekstrimitas atas dan bawah kanan kekuatan ada kontraksi tetapi sulit menggerakan sendi, pelo, disfagia, babinsky negative, TD 150/100 mmHg, nadi 90 x/mnt, RR 22 x/mnt, T 36,5 C, kolesterol total 300 mg/dl, trigliserida 240 mg/dl, CT scan tidak ada perubahan struktur otak ;

6. Skala koma Glasgow pasien tersebut adalah?
a. E4M6V5
b. E3M6V4
c. E4M5V3
d. E2M5V2
e. E4M3V4

7. Deskripsi kesadaran pasien adalah?
a. Komposmentis
b. Apatis
c. Somnolen
d. Koma
e. Stupor

8. Deskripsi gangguan motorik pasien ;
a. Manoplegi
b. Hemiplegi                          
c. Paraplegi
d. Quadriplegi
e. Paramecia

9. Membuka mata bila dipanggil perawat, sanggup menggerakan tangan dan kaki kiri melawan tahanan perawat, sanggup diajak bicara walaupun agak hirau dan kacau, ekstrimitas atas dan bawah kanan kekuatan ada kontraksi tetapi sulit menggerakan sendi, pelo,kolesterol total 300 mg/dl, trigliserida 240 mg/dl, merupakan data masalah
a. Gangguan persepsi sensoris   
b. Kerusakan mobilitas fisik         
c. Perubahan perfusi jaringan serebral
d. Resiko kerusakan fungsi menelan
e. Pola nafas tidak efektif

10. Dari data pengkajian prioritas utama diagnosa keperawatan yang sanggup diangkat ;
a. Perubahan metabolisme b/d peningkatan suhu tubuh
b. Gangguan komunikasi b/d pelo
c. Perubahan perfusi jaringan otak b/d sumbatan pembuluh darah otak
d. Kerusakan mobilitas fisik b/d kelumpuhan
e. Nutrisi kurang dari kebutuhan badan b/d susah menelan

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 11-15
Pasien X dengan trauma kepala, status kesadaran E2M2V1, pupil dilatasi ipsilateral, TD 190/70 mmHg, nadi 60 x/menit teratur dan kuat, pernafasan 10 x/menit dengan type sternous dan dalam, suhu badan 38° C, mengeluh nyeri kepala, muntah, terdapat udema dan memar periorbital, penggoresan telapak kaki menghasilkan respons ekstensi ibu jari kaki deisertai dengan mengembangnya jari-jari kaki.

11. Jenis trauma kapitis ;
a. Minor
b. Ringan
c. Sedang
d. Berat
e Major

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat

12. Status peningkatan TIK pasien ialah merupakan termasuk dalam fase?
a. Tahap kematian
b. Tahap herniasi unnkus                             
c. Tahap kompensasi
d. Tahap dekompensasi
e. Tahap imbalance

13. Tanda-tanda terjadi peningkatan TIK yang disebut dengan trias Kocher-Cushing meliputi, kecuali?
a. Nadi 60x/menit
b. Pola napas dalam dan sternous
c. Dilatasi pupil ipsilateral
d. TD sistolik 190 mmHg

14. Dari tanda-tanda dan tanda dari investigasi ; mengeluh nyeri kepala, muntah, terdapat udema dan memar periorbital, penggoresan telapak kaki menghasilkan respons ekstensi ibu jari kaki deisertai dengan mengembangnya jari-jari kaki, kemungkinan pasien mengalami?
a. Infeksi jaringan otak
b. Perdarahan intrakranial
c. Gegar otak ringan
d. Kekurangan oksigen pada otal
e. Keracunan

15. Penatalaksanaan untuk pasien dalam kasus tersebut adalah?
1. Atur posisi kepala tanpa bantal dan tidak rotasi
2. Kolaborasi proteksi ; manitol, kostikosteroid
3. Tinggikan kepala daerah tidur 15° - 30°
4. Pantau dan penilaian perkembangan kesadaran

Kasus di bawah ini untuk soal nomor 16-18
Tn S. 25 tahun mengalami trauma pada medulla spinalis 3 hari yang lalu, dari investigasi fisik ditemukan penurunan sensasi sensorik pada area anterior paha, kaki kepingan atas, posterior kaki, reflek anal (-), distensi abdomen, bunyi usus (-), flatus (-), belum b.a.b, makan (+), kadang muntah. Diagnostik ; Ro ; ada lesi setingkat T11, L1-L4, S2-S5, ekstrimitas bawah kiri dan kanan tidak ada kontraksi

16. Deskripsi gangguan motorik yang dialami klien pada kasus tersebut adalah?
a. Hemiplegia
b. Hemiparese
c. Paraplegia
d. Quadriplegia
e. Paramecia

17. Gangguan bowel yang nantinya akan dialami pada klien adalah?
a. Inkontinentia alvi
b. Imfaction
c. Ileus paralitik
d. Diarhea
e. Retensio urin

18. Diagnosa keperawatan Gangguan fungsi seksualitas, sanggup divalidasi dengan data objektif berupa, kecuali?
a. Muntah
b. Penurunan sensasi motorik area anterior kepingan paha
c. Ro ; lesi pada S2-5
d. Tidak adanya kontraksi ekstrimitas bawah kanan dan kiri
e. Refleks anal (-)

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan perihal Keracunan

19. Ny. R (48) tahun mengeluh nyeri pinggang dan sepanjang tungkai kanan dengan skala 8, kelemahan tidak sanggup beraktifitas. Riwayat kesehatan bekas jatuh. Diagnosa dokter HNP.
Di bawah ini merupakan penatalaksanaan kerja sama definitif dari cidera medula spinalis fase akut yaitu?
a. Pelaksanaan terapi untuk pemulihan terhadap fungsi neurologis
b. Terapi steroid, nomidipin/dopamin untuk perbaikan pedoman darah
c. Mempertahankan perfusi jaringan
d. Dengan imobilisasi kasus cidera tak stabil
e. Tindakan operasi lebih awal sebagai indikasi dekompresi neural.

20. Pasien X mengalami kecelakaan kemudian lintas tabrakan dan jatuh dari motor. Terdapat luka pada wajah dan lisan mengeluarkan darah. Penanganan pertama ditempat insiden pada pasien (cidera kepala) adalah?
a. Kepala ditinggikan
b. Dilakukan head tilt dan chin lift
c. Berikan perban pada kepingan spinal
d. Korban di mobilisasi pada papan spinal (punggung), dengan kepala dan leher dalam posisi netral, untuk mencegah cidera komplit.
e. Lakukan choking

Nah itulah tadi teladan soal keperawatan perihal sistem saraf pada manusia. Bagaimana setelah membaca soal-soal di atas? Cukup pusing bukan? Materi perihal neurologi memang cukup susah namun kalau berguru dengan ulet tentunya sangat gampang dalam memahaminya. Oleh alasannya ialah itu sering-seringlah berlatih menjawab soal-soal menyerupai ini. Untuk soal-soal yang lain sanggup anda lihat DISINI. Nanti fahrinheit akan membuatkan soal-soal lainnya yang lebih terupdate. Demikian artikel kali ini biar bermanfaat.

Contoh Soal Uji Kompetensi Ners Beserta Jawabannya Chapter 1

Contoh Soal Uji Kompetensi Ners - , Hai sobat perawat, pada artikel sebelumnya fahrinheit sudah mengembangkan referensi soal keperawatan medikal bedah. Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan mengembangkan soal-soal lainnya yakni soal uji kompetensi ners. Dalam mengambil profesi ners tentunya juga harus melalui tahap ujian salah satunya juga uji kompetensi. Untuk soal-soalnya sendiri hampir tidak ada bedanya dengan soal uji kompetensi pada pendidikan vokasi namun hanya ada beberapa perhiasan materi yang tidak didapatkan pada pendidikan vokasional (diploma).

 pada artikel sebelumnya fahrinheit sudah mengembangkan referensi soal keperawatan medikal bedah Contoh Soal Uji Kompetensi Ners Beserta Jawabannya Chapter 1
Untuk soal-soal uji kompetensi ners kali ini ada 90 soal dan akan dibagi menjadi 2 chapter dengan masing-masing 45 soal. Hal ini untuk memudahkan kalian dalam berlatih nantinya biar tidak pusing kalau terlalu banyak menjawab soal nantinya lantaran 45 soal pun sebetulnya sudah cukup menciptakan pusing bukan? Selain soal-soal, nantinya juga akan disediakan kunci tanggapan di simpulan artikel sebagai penilaian apakah tanggapan anda sudah sesuai atau belum. Untuk soal uji kompetensi ners chapter 2 sanggup anda lihat dengan mengklik tombol di bawah ini :

Sama menyerupai soal-soal sebelumnya dalam menjawab soal nantinya anda harus menyiapkan selembar kertas untuk menulis tanggapan dan pasang timer selama 45 menit lantaran diusahakan untuk menjawab soal-soal dengan kritis (1 soal 1 menit). Baiklah eksklusif saja berikut ini referensi soal-soal uji kompetensi ners :

1. Seorang pasien laki-laki berumur 30 tahun, tiba ke ruang gawat darurat lantaran kecelakaan kemudian lintas. Pasien mengeluh nyeri dan sakit pada tulang tibia, gejala vital dalam batas
normal. Pasien merasa takut, kesal, kecewa dan murka terhadap kondisinya ketika ini.
Masalah kesehatan yang dialami pasien di atas disebut?
a. Gangguan fisik
b. Gangguan emosional
c. Gangguan spiritual
d. Gangguan jiwa
e. Gangguan kekerabatan sosial

2. Seorang laki-laki berumur 29 tahun mengalami fraktur tulang tibia dan sudah dirawat selama 2 minggu. Selama masa perawatan pasien sering kesal dan marah-marah lantaran sakitnya belum sembuh juga, bahkan pasien menyampaikan merasa terganggu lantaran mulai mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya.
Dari kasus di atas diketahui pasien mengalami gangguan?
a. Fisik
b. Emosional
c. Mental organik
d. Spiritual
e. Jiwa

3. Seorang pasien perempuan usia 25 tahun dibawa oleh keluarganya ke Poli Psikiatri lantaran sudah 2 ahad tidak mau mandi, tubuh lusuh dan bau, tidak mau makan bila makan
berantakan, BAB dan BAK sembarangan, investigasi fisik dalam batas normal.
Diagnosa keperawatan utama yang sempurna pada kasus di atas adalah?
a. Defisit perawatan diri
b. Gangguan gambaran tubuh
c. Harga diri rendah
d. Gangguan personal higiene
e. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

4. Seorang perempuan umur 23 tahun gres saja melahirkan anak pertamanya 1 ahad yang lalu. Pasien tiba ke Poli KIA untuk berkonsultasi lantaran berencana akan memakai alat KB suntik tapi belum pernah sama sekali menggunakannya. Pasien menyampaikan masih memperlihatkan ASI pada bayinya.
Apakah yang paling utama disampaikan kepada pasien mengenai KB suntik tersebut?
a. Efektifitas mencegah kehamilan
b. Keuntungan suntik KB
c. Kerugian Suntik KB
d. Kontraindikasi Suntik KB
e. Efek samping metode suntik

5. Seorang perempuan berumur 40 tahun mempunyai 3 orang anak tiba ke kemudahan kesehatan
untuk KB. Sebelumnya, pasien memakai alat kontrasepsi pil, suntik, dan kondom.
Pasien mengaku takut untuk memakai IUD. Tapi sehabis berbicara dengan
tetangganya dua hari yang lalu, pasien jadi berencana untuk memakai kontrasepsi
IUD. Hasil investigasi fisik dalam batas normal.
Diagnosa keperawatan yang paling sempurna pada pasien di atas adalah?
a. Kurang pengetahuan
b. Rencana Pemasangan IUD
c. Cemas
d. Gangguan Rasa nyaman
e. Gangguan pola seksual

6. Seorang perempuan berusia 24 tahun hamil G1P0A0 kurang lebih 20 ahad tiba ke
Puskesmas dengan keluhan sering merasa pusing, cepat letih dan pusing terutama sehabis melaksanakan aktifitas sering terasa mual dan mata berkunang-kunang semenjak 2 hari yang lalu. Dari hasil investigasi diketahui tekanan darah 90/60 mmHg, RR 23x/m, konjungtiva pucat. Pemeriksaan laboratorium memperlihatkan Hb 9gr%.
Diagnosa keperawatan yang sempurna pada kasus di atas adalah?
a. Gangguan rasa nyaman
b. Gangguan aktifitas
c. Nyeri
d. Anemia
e. Gangguan sistem penglihatan`

7. Seorang perempuan berusia 22 tahun hamil G1P0A0 sekitar 12 ahad tiba ke
ruang gawat darurat lantaran mual dan muntah hampir 6 kali sehari, tidak mau
makan, nyeri pada epigastrium, pusing dan cepat letih. Dari hasil investigasi fisik didapatkan
turgor kulit berkurang, mata cekung, nafas berbau aseton. Dari hasil pemeriksaan
laboratorium ditemukan aseton dalam urin positif.
Apakah diagnosa keperawatan yang sempurna pada kasus di atas?
a. Gangguan rasa nyaman nyeri
b. Gangguan pemenuhan nutrisi
c. Gangguan istirahat dan tidur
d. Gangguan pemenuhan cairan dan elektrolit
e. Gangguan pola aktifitas

8. An. , berumur 2 tahun dibawa orangtuanya ke Poli Anak lantaran mengalami BAB 3-4 x sehari, konsistensi cair, dan ada darah berwarna merah marun. Anak terlihat rewel, lesu, dan suhu tubuh 38C, pada investigasi turgor kulit kembali lambat >2detik.
Diagnosa medis yang sempurna pada pasien tersebut adalah?
a. Diare
b. Disentri
c. Demam berdarah
d. Influenza
e. Dehidrasi

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan perihal Resusitasi Cairan

9. Tn. H, 45 tahun dirawat di rumah sakit dengan keluhan mual, muntah semenjak 3 hari lalu. Klien menyampaikan nyeri ulu hati, dan terlihat warna sklera dan kulit berwarna kuning. Dari hasil investigasi fisik ada pembesaran hati dan nyeri tekan pada area hati. Dari data tersebut pasien didiagnosa hepatitis.
Pemeriksaan Lab untuk menunjang diagnosa pada kasus diatas adalah?
a. Hb
b. Bilirubin
c. SGPT dan SGOT
d. LED
e. Dehidrasi

10. Ny. C usia 34 tahun, tiba ke Puskesmas dengan keluhan demam, menggigil, kepala pusing, dan mual, yang sudah dirasakan selama 1 ahad ini. Ny.C terlihat pucat dan lemas, suhu badan, 38,5C, Td: 100/70mmHg, RR: 24x/i, nadi: 78x/m.
Masalah keperawatan utama pada kasus diatas adalah?
a. Hipertermi
b. Intoleransi aktivitas
c. Anoreksia
d. Gangguan nutrisi
e. Gangguan intake output cairan

11. Ny. M penderita DM tipe 2 usia 47 tahun sudah 5 hari dirawat di ruang penyakit dalam dengan luka gangren pada kepingan ekstremitas kanan bawah tempat dorsal pedi. Rencananya pasien akan dilakukan tindakan perawatan luka. Tanda vital dalam batas normal. Pada perawatan luka dilakukan pelepasan balutan luka/verban.
Apakah tindakan selanjutnya yang akan dilakukan kalau sesuai dengan SOP ?
a. Memakai handscoon
b. Melepaskan plester
c. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis
d. Membersihkan luka
e. Membalut kembali luka dengan rapi

12. Tn. B berumur 38 tahun dirawat di ruang ICU sudah 1 ahad dengan diagnosa medis meningitis. Pada pagi hari perawat akan melaksanakan perawatan personal hygiene kepada pasien. Sebelum melaksanakan tindakan perawat melaksanakan komunikasi terlebih dahulu
Apakah faktor penting yang harus dilakukan perawat dalam sopan santun pelaksanaan asuhan keperawatan di atas?
a. Memasang sampiran
b. Salam pembuka dan menjelaskan tindakan yang akan dilakukan
c. Melakukan tindakan sesuai dengan SOP
d. Inform concernt yang disetujui oleh keluarga klien
e. Menjaga privacy klien

13. Seorang laki-laki berusia 30 tahun tiba ke ruang gawat darurat dengan keluhan susah BAK sudah 5 jam. Keluhan dirasakan secara tiba-tiba, tidak ada riwayat sebelumnya. Tanda vital dalam batas normal dan nyeri tekan pada tempat suprapubik. Ekspresi wajah tampak kesakitan.
Apakah Pemeriksaan penunjang utama yang harus dikolaborasikan pada kasus diatas ?
a. Speciment Darah
b. Speciment Urine
c. Foto rontgen
d. USG abdomen
e. MRI

14. Seorang perempuan usia 35 tahun dirawat dirawat di RS dengan keluhan nyeri pada daerah
visika urinaria, nyeri ketika buang air kecil, BAK tidak lancar, merasa tidak puas sehabis BAK, ekspresi tampak meringis kesakitan, Hasil USG abdomen dinyatakan terdapat kerikil didaerah vesika urinaria
Diagnosa keperawatan yang utama pada kasus di atas adalah?
a. Nyeri berafiliasi ketidakmampuan melaksanakan menajemen nyeri
b. Infeksi berafiliasi penurunan daya tahan tubuh
c. Obstruksi berafiliasi dengan diet yang tidak efektif
d. Gangguan eliminasi urin berafiliasi kegagalan ginjal kronis
e. Gangguan pola eliminasi urin berafiliasi dengan adanya obstruksi

15. Seorang laki-laki umur 69 tahun dirawat dengan BPH. Pasien menyampaikan sering BAK,  abdomen tegang, urin terus menetes sehabis berkemih. Keadaan umum nampak lemah, TD : 110/80 mmHg, T:36,5°C, N: 80 x/m, RR:24x/m.
Apakah dilema keperawatan utama yang muncul pada kasus di atas?
a. Nyeri
b. Disfungsi seksual
c. Gangguan eliminasi BAK
d. Perubahan nutrisi
e. Resiko tinggi infeksi

16. Seorang laki-laki umur 55 tahun tiba ke UGD dengan keluhan tubuh lemas semenjak 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian : terdapat penurunan berat badan, nafsu makan meningkat, sering merasa haus dan sering kencing pada malam hari, T:38°C, N:60 x/m, mukosa verbal terlihat kering, turgor kulit : kembali dalam waktu 5 detik, Gula Darah Sewaktu 180 mg/dl.
Apakah diagnosa keperawatan paling utama utama pada pasien di atas?
a. Nyeri akut
b. Intoleransi aktivitas
c. Kerusakan intergritas kulit
d. Gangguan istirahat dan tidur
e. Gangguan volume cairan tubuh

17. Seorang laki-laki, usia 50 tahun, sudah 2 hari dirawat di RS mengalami sirosis hepatis. Keluhan yang dirasakan pasien yaitu perut kepingan kanan atas terasa penuh, sesak nafas, diare, penurunan nafsu makan, mual dan muntah. Hasil lab, SGOT: 300 u/L, SGPT : 200 u/L. Tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 60 kali permenit, suhu 37,5.C, pernafasan 28 kali permenit.
Apakah diagnosa utama pada pasien di atas?
a. Nyeri akut
b. Gangguan nutrisi
c. Defisit volume cairan
d. Gangguan pola nafas
e. Gangguan integritas kulit

18. Seorang perempuan, berumur 30 tahun, tiba ke UGD dengan keluhan sesak nafas semenjak tadi malam. Tekanan Darah: 130/80 mmHg, Nadi: 110 x/menit, pernafasan: 28 x/m, suhu: 36 ° C, terdapat bunyi wheezing. Gejala ini muncul lantaran udara yang sangat dingin.
Apakah dilema keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
a. Hipertermi
b. Intoleransi aktivitas
c. Defisit volume cairan
d. Gangguan pola nafas
e. Jalan nafas tidak efektif

19. Seorang laki-laki, berumur 55 tahun, tiba ke UGD dengan keluhan semenjak 1 ahad ini, kedua kaki bengkak, terasa nyeri bila digerakkan, sering terjadi pada pagi hari, nyeri terjadi di sendi lutut dan ibu jari berwarna kemerahan. Klien mempunyai kebiasaan makan melinjo. Ekspresi wajah meringis ketika digerakkan. Skala nyeri 6. TD 140/80 mmHg, Nadi 84 x/m, RR 16 x/m.
Apakah data yang bisa melengkapi pengkajian nyeri pada kasus tersebut?
a. Time
b. Region
c. Severity
d. Qualitatif
e. Provokatif / paliatif

20. Seorang wanita, usia 40 tahun di bawa ke IGD lantaran nyeri dada selama 10 menit sehabis melaksanakan olah raga voly. Oleh dokter, klien disarankan untuk istirahat. Tekanan darah 140/80 mmHg, Nadi 96 kali permenit, suhu 36 .C, pernafasan 28 kali permenit.
Apakah tindakan yang sempurna untuk pasien tersebut?
a. Memasang EKG
b. Memberikan oksigen
c. Kolaborasi derma analgetik
d. Menganjurkan untuk nafas dalam
e. Menganjurkan untuk tirah baring

21. Bayi laki-laki usia 8 bulan dibawa oleh ibunya ke Puskesmas untuk melaksanakan imunisasi. Pada investigasi didapatkan hasil yaitu berat tubuh 9 kg, suhu tubuh 36,8ÂșC, pernafasan 20x/menit, sebelumnya telah mendapat imunisasi BCG, DPT I dan Polio 2.
Imunisasi apa yang kini harus diberikan pada bayi tersebut?
a. DPT II Polio III
b. DPT II Polio II
c. DPT II Polio IV
d. DPT III Polio III
e. DPT III Polio IV

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Anak

22. Anak perempuan umur 1 tahun, dibawa oleh orangtuanya ke RS lantaran mengalami pembesaran kepala semenjak 1 bulan yang lalu, kemudian perawat melaksanakan investigasi fisik, didapatkan hasil: lingkar kepala 59 cm, berat tubuh 8 kg, tinggi tubuh 72 cm, terdapat sunset sign, belum bisa berjalan, aktifitas fisik hanya di tempat tidur atau digendong oleh orangtuanya.
Apa dilema keperawatan utama pada kasus diatas?
a. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
b. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
c. Resiko tinggi gangguan integritas kulit
d. Resiko gangguan cairan dan elektrolit
e. Kurangnya pengetahuan orangtua

23. Seorang anak laki-laki yang berusia 11 bulan dibawa oleh ibunya ke Poli Thalasemia dengan keluhan gampang sakit, wajah yang pucat, sklera anemis. Hasil investigasi laboratorium 3 gr/dl, diagnosa medis Thalasemia
Apakah implementasi utama yang dilakukan?
a. Memberikan cairan infus
b. Memberikan transfusi darah
c. Memberikan nutrisi yang adekuat
d. Memberikan warta yang benar
e. Memberikan Penyuluhan kesehatan perihal penyakit Thalasemia.

24. Bayi gres lahir akan mengeluarkan tinja pertamanya (mekonium) dalam 24 jam pertama, namun pada bayi yang menderita penyakit Hisprung (akibat dari kelumpuhan usus besar dalam menjalankan fungsinya), maka tinja tidak sanggup keluar, tinja akan keluar terlambat atau bahkan tidak sanggup keluar sama sekali. Selain itu perut bayi juga akan terlihat menggembung, disertai muntah. Jika dibiarkan lebih lama, berat tubuh bayi tidak akan bertambah dan akan terjadi gangguan pertumbuhan..
Apakah tindakan bedah sementara pada Bayi tesebut ?
a. Kolostomi
b. Colok dubur
c. Atresia ani
d. Operasi besar
e. Laparatomi

25. An. C laki-laki, berumur 2 tahun mengalami diare semenjak 2 hari yang lalu, dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kehilangan cairan tubuh dengan penurunan kesadaran.
Apa penyebab utama penurunan kesadaran pada An.C tersebut?
a. Hipoperfusi jaringan serebral lantaran penurunan volume vaskuler
b. Penurunan fungsi hemodinamik dan kelelahan jantung
c. Penekanan pada sentra vital dan kesadaran di otak
d. Mekanisme diuresis pada kerusakan jaringan ginjal
e. Kondisi dehidrasi

26. Seorang perempuan berusia 22 tahun berobat ke dokter 3 bulan sehabis menemukan sebuah benjolan pada kuadran lateral bawah mammae dextra. Pemeriksaan fisik memperlihatkan massa berdiameter 2 cm, berbentuk oval, padat, halus, dan kendaraan beroda empat pada mamae tersebut. Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening axilla. Tanda-tanda vital dalam batas normal.
Berdasarkan data di atas, apakah diagnosa medis yang sanggup ditegakkan pada pasien
tersebut?
a. Nekrosis lemak
b. Fibroadenomama
c. Kelainan fibrokistik mammae
d. Karsinoma intraduktal
e. Papilloma intraduktal

27. Seorang bayi perempuan berusia 8 bulan dibawa ibunya berobat ke poliklinik anak dengan keluhan semenjak 2 ahad terakhir bayi BAB 4 – 5 x/hari dengan keluaran sisa masakan yang belum tercerna dengan baik. Ibu bekerja sebagai guru, memperlihatkan ASI 1 x selama bekerja dan 3-4 kali sepulang bekerja. Sehari-hari bayi diurus oleh neneknya dengan pengaturan makan derma bubur susu 3x/hari dan sari jeruk peras 2 x/hari, susu buatan 3x/hari.
Apakah ajuan yang paling sempurna saudara berikan pada ibu bayi?
a. Pemberian bubur susu dihentikan
b. Pemberian sari jeruk peras dihentikan
c. Pemberian susu buatan dihentikan
d. Pemberian asi dilanjutkan dengan frekuensi ditambah
e. Pemberian asi tidak boleh lantaran tidak efektif

28. Seorang pria, usia 25 tahun, tiba ke puskesmas dengan keluhan sudah 8 hari demam, mula-mula panas tidak tinggi, makin usang demam makin tinggi terutama pada sore dan malam hari , 3 hari pertama panas disertai mencret. Pasien sudah berobat ke klinik mendapat ampicillin dan paracetamol tapi tidak membaik. Pemeriksaan fisik ditemukan tubuh teraba panas, konjungtiva pucat, pasien tampak apatis. Tanda-tanda vital : TD 130/80 mmHg, RR 24 x/menit, nadi 92x/menit, suhu 39°C
Apakah diagnosia medis yang sempurna menurut kasus di atas?
a. Demam berdarah dengue
b. TB paru
c. Typhoid
d. Hepatitis
e. Gastroenteritis

29. Seorang perempuan, usia 33 tahun tiba ke puskesmas dengan keluhan sudah 3 hari mengalami keputihan, terasa gatal dan berbau. Pada investigasi inspekulo vagina tampak kemerahan dan ada keputihan. Diagnosa medis dinyatakan infeksi jamur, biar efektif pasien diberikan abothyl melalui vagina.
Apakah penyuluhan utama disampaikan pada pasien ?
a. Obat harus digunakan hingga habis
b. Tidak melaksanakan kekerabatan seksual selama pengobatan
c. Suami diprogramkan untuk berobat
d. Menggunakan pakaian dalam yang kering
e. Membersihkan vagina dengan memakai larutan betadin

30. Seorang perempuan, usia 33 tahun tiba ke puskesmas dengan keluhan sudah 3 hari mengalami keputihan, terasa gatal dan berbau. Pada investigasi inspekulo vagina tampak kemerahan dan ada keputihan. Diagnosa medis dinyatakan infeksi jamur, biar efektif pasien diberikan abothyl melalui vagina.
Bagaimanakah cara derma obat yang efektif digunakan untuk pasien?
a. Oral
b. Topikal
c. Intra muskuler
d. Suppositoria
e. Intra vena

31. Saat dinas malam jam 03.00 wib diruang IGD perawat sedang sibuk memasang infus klien kehilangan cairan tubuh berat dan memperlihatkan injeksi Sulfas atropine tiap 15 menit kepada klien keracunan pestisida. Saat bersamaan tiba klien Ca mammae kesakitan dan klien serangan jantung. Perawat harus meilih klien manakah tenaga dan pikirannya difokuskan
Termasuk dilema etik yang bagaimanakah hal ini?
a. Paternalism.
b. Deception
c. Confidentiality
d. Allocation of Scarce Nursing resources
e. informed consent

32. Seorang ibu yang memerlukan biaya untuk pengobatan progresif bagi bayinya yang lahir tanpa otak dan secara medis dinyatakan tidak akan pernah menikmati kehidupan senang yang paling sederhana sekalipun. Di sini terlihat adanya kebutuhan untuk tetap menghargai otonomi si ibu akan pilihan pengobatan bayinya, tetapi dilain pihak masyarakat beropini akan lebih adil bila pengobatan diberikan kepada bayi yang masih memungkinkan mempunyai keinginan hidup yang besar
Merupakan kasus apakah hal tersebut?
a. Masalah etik
b. Dilema etik
c. Nilai-nilai moral
d. Prinsip moral
e. Prinsip bioetik

33. Seorang perawat yang mendapati sobat kerjanya memakai narkotika. ia akan menyampaikan hal ini secara terbuka atau diam, lantaran diancam akan dibuka belakang layar yang dimilikinya bila melaporkan hal tersebut pada orang lain.
Berada dalam dilema etik manakah perawat dalam kasus ini?
a. Kebebasan Melawan Penanganan dan Pencegahan Bahaya
b. Berkata secara jujur melawan berkata bohong
c. Kuantitas Melawan Kuantitas Hidup
d. Keinginan terhadap pengetahuan yang bertentangan dengan falsafah agama,
politik, ekonomi dan ideologi
e. Terapi ilmiah konvensional melawan terapi tidak ilmiah dan coba-coba

34. Seorang perempuan berusia 30 tahun meminta perawat untuk melepas semua selang yang dipasang pada anaknya yang berusia 14 tahun, yang telah koma selama 8 hari. Perawat menghadapi permasalahan perihal posisi apakah yang dimilikinya dalam memilih keputusan secara moral.
Berada dalam msalah etik manakah perawat dalam kasus ini?
a. Kebebasan Melawan Penanganan dan Pencegahan Bahaya
b. Berkata secara jujur melawan berkata bohong
c. Kuantitas Melawan Kuantitas Hidup
d. Keinginan terhadap pengetahuan yang bertentangan dengan falsafah agama, politik, ekonomi dan ideologi
e. Terapi ilmiah konvensional melawan terapi tidak ilmiah dan coba-coba

35. Seorang perempuan melahirkan anak pertama perempuan di RSIA, satu jam yang lalu, BB 3000 gram, PB 50 cm. Plasenta lahir impulsif lengkap. Hasil pengkajian KU ibu baik, TD: 110/70 mmHg, nadi : 76 x / mnt, kontraksi teraba keras, TFU 2 jari di bawah pusat. Klien mengeluh perut mules, perdarahan pervaginam berwarna merah dan nyeri pada luka jahitan.Ia merasa cemas dengan keadaannya
Apakah penyebab kecemasan pada pasien tersebut?
a. Perdarahan pervaginam
b. Perut mules
c. TFU 2 jari dibawah pusat
d. Nyeri pada luka jahitan
e. Kontraksi teraba keras

36. Nn. G 20 tahun dirawat di rumah sakit jiwa dengan keluhan utama klien suka berteriak-teriak, marah-marah dengan alasannya yaitu tidak jelas, kemudian menangis, pernah mencoba bunuh diri. Klien terlihat membisu dengan pandangan mata kosong, kalau disapa menatap dengan sinis penuh dendam. Menurut keuarga terjadi kira-kira 1 bulan sehabis ditinggalkan oleh tunangannya.
Termasuk jenis depresi apakah yang sempurna pada klien diatas?
a. Depresi neurotik
b. Exhaustion depression
c. Depresi endogenik
d. Depresi somatogenik
e. Depresi simptomatik

37. Seorang pasien akan pulang hari ini, dan sedang menunggu dokumentasi dan obat yang akan dibawa pulang. Perawat menelepon kebagian farmasi, ternyata belum siap, perawat menyampaikan tolong didahulukan lantaran untuk pasien yang akan dipulang kan. Staf farmasi menyampaikan tidak bisa menyerupai itu tetap harus menunggu giliran.
Dalam penyelesaian manajaemen konflik, tahap manakah terlebih dahulu yang akan dilakukan untuk menuntaskan dilema diatas?
a. Pengkajian
b. Rumusan masalah
c. Intervensi
d. Pelaksanaan
e. Evaluasi

38. Nn. G 20 tahun dirawat di rumah sakit jiwa dengan keluhan utama klien suka berteriak-teriak, marah-marah dengan alasannya yaitu tidak jelas, kemudian menangis, pernah mencoba bunuh diri. Klien terlihat membisu dengan pandangan mata kosong, kalau disapa menatap dengan sinis penuh dendam. Menurut keuarga terjadi kira-kira 1 bulan sehabis ditinggalkan oleh tunangannya.
Apakah jenis terapi yang sempurna pada kasus diatas?
a. Terapi obat penenang
b. Terapi fisik
c. Syok terapy
d. Terapi psikologik
e. Terapi musik

39. Ny. K 35 tahun post partum mengalami perdarahan akhir atonia uteri, klien terlihat keringat dingin, lemas, pusing, dan menggigil, TD : 90/60 mmHg, N : 100 x/m, T : 37,8C, RR : 26x/I, Hb : 6gr%
Apakah prioritas dilema keperawatan dari kasus diatas?
a. Hipotermi
b. Resti terjadinya kejang
c. Syok
d. Anemia
e. Intoleransi aktivitas

40. Ny. K 35 tahun post partum mengalami perdarahan akhir atonia uteri, klien terlihat keringat dingin, lemas, pusing, dan menggigil, TD : 90/60 mmHg, N : 100 x/m, T : 37,8C, RR : 26 x/m, Hb : 6gr%
Apakah pnanganan utama pada kasus diatas ?
a. Penanganan syok
b. Siapkan transfusi
c. Berikan oksitoksin 10 unit
d. Periksa adanya robekan jalan lahir
e. Lakukan kateterisasi

41. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0, hamil 25 minggu, dirawat di R dengan perdarahan. Keluhan perut terasa mulas. Hasil investigasi Tanda vital dalam batas
normal
Apakah implementasi keperawatan yang paling utama pada kasus diatas?
a. Anjurkan Diet TKTP
b. Pendidikan kesehatan perihal persiapan menyusui
c. Kolaborasi derma volume cairan
d. Anjurkan bedres total
e. Anjurkan miring ke kanan-kiri setiap 2 jam

42. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0, hamil 36 minggu, dirawat di rumah sakit dengan diagnosa medis preeklamsi. Keluhan kaki bengkak. Hasil pemeriksaan: TD 150/90 mmHg, N 90x/m, kepala janin sudah masuk PAP, kaki edema dan terdapat varises, berat tubuh bertambah 28 kg, urin protein positif.
Apakah implementasi keperawatan yang paling utama pada kasus diatas?
a. Anjurkan Diet TKTP
b. Penkes persiapan menyusui
c. Kolaborasi derma volume cairan
d. Anjurkan tidur miring ke sebelah kiri
e. Kurangnya asupan nutrisi yang mengandung protein

43. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0, hamil 36 minggu, tiba ke poliklinik kebidanan untuk menyelidiki kehamilan. Keluhan kaki bengkak. Hasil investigasi : TD 130/80 mmHg, N 90 x/m, kepala janin sudah masuk PAP, kaki edema dan terdapat varises, berat tubuh bertambah 28 kg, urin protein positif.
Apakah dilema keperawatan yang paling utama pada kasus diatas?
a. Bertambahnya ukuran janin
b. Bertambahnya usia kehamilan
c. Risiko terjadi eklamsi
d. Tahanan vaskuler pemikiran balik vena di tungkai
e. Kurangnya asupan nutrisi yang mengandung protein

44. Seorang perempuan hamil berusia 24 tahun, tiba ke UGD Puskesmas dengan keluhan sesak napas sudah 5 menit dan batuk sambil memegangi leher. Pasien tersedak biji bakso 3 menit yang lalu. Warna bibir kebiruan, tekanan darah: 120/80 mmHg, N : 80 x/m, RR : 32 x/m, T : 36,5C.
Apakah yang harus segera dilakukan pada pasien tersebut?
a. Melakukan abdominal trust
b. Melakukan back blow
c. Memasang oropharingeal airway
d. Melakukan hemlich manuver
e. Melakukan jaw trust manuver

Baca Juga : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan perihal Choking

45. Seorang Laki-laki umur 25 tahun dirawat di RS dengan keluhan perut terasa kembung sudah 2 minggu, tidak nafsu makan, mual, muntah dan pasien juga merasa lemas. Hasil pengkajian : sclera dan kulit tampak kuning, Suhu: 39°C .
Apa investigasi laboratorium yang sempurna dilakukan untuk menegakkan dilema pada
klien tersebut?
a. Urine rutin
b. Kolesterol
c. Hemoglobin
d. Enzim hati
e. Kadar albumin

Nah itulah tadi 45 soal uji kompetensi keperawatan ners. Sudah cukup pusing atau belum? Sekarang mari kita cocokkan tanggapan dengan kunci jawabannya apakah sudah sesuai atau belum. Berikut di bawah ini kunci jawabannya :

Kunci Jawaban :
  1. B
  2. C
  3. A
  4. B
  5. A
  6. B
  7. D
  8. B
  9. C
  10. A
  11. D
  12. B
  13. B
  14. E
  15. C
  16. E
  17. D
  18. E
  19. D
  20. E
  21. A
  22. A
  23. B
  24. A
  25. A
  26. B
  27. B
  28. C
  29. D
  30. B
  31. D
  32. B
  33. B
  34. C
  35. A
  36. B
  37. E
  38. D
  39. C
  40. A
  41. C
  42. D
  43. C
  44. B
  45. D

Bagaimana sehabis mencocokkan tanggapan anda dengan kunci tanggapan di atas? Apakah sudah sesuai atau masih banyak yang belum sesuai? Jika banyak yang belum sesuai anda sanggup mempelajarinya pada kepingan apa saja yang belum sempurna atau bertanya pada kolom komentar di bawah ini. Untuk soal chapter kedua nanti akan admin publish sehabis artikel ini. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.